Kucuran Dana Pemerintah 200 Triliun, Adiwarman Karim: Bank Bisa Bernapas Lega
Admin
Penulis
"Dengan adanya gelontoran dana ini, bank-bank Himbara akan lebih bisa bernapas. Bank Syariah Indonesia (BSI) juga bisa lebih bernapas," kata Adiwarman di sela-sela Pra Ijtima Sanawi X, Kamis (25/9/2025) di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Adiwarman menjelaskan, dalam konsep ekonomi dan keuangan syariah, uang itu ibarat air yang harus mengalir. Apabila air berada di satu tempat saja dan tidak bergerak, maka dia bisa jadi busuk.
"Dalam ekonomi, perputaran menjadi sangat penting. Itulah sebabnya kita kumpul di Pra Ijtima Sanawi. Kita mau mengeluarkan produk-produk lain yang kita harapkan dapat mendorong perputaran lebih cepat," kata Adiwarman.
Adiwarman yang juga Wakil Komisaris Utama BSI ini menjelaskan, jika perputaran uang makin cepat, maka perekonomian akan semakin baik.
"Kita terus berharap yang terbaik dengan Rp 200 Triliun yang dikeluarkan ini ke bank pemerintah dan BSI 10 Triliun. Nanti akan kita lihat bagaimana BSI memanfaatkan 10 Triliun ini untuk memutar ekonomi lebih cepat," ujarnya.
Dia menegaskan apabila ekonomi bisa berputar lebih cepat, maka perekonomian semakin baik. Apalagi, kata dia, dari data-data sebelum program peluncuran ini muncul, level dana yang berhasil disalurkan perbankan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) bank Himbara sudah berada di atas 90 persen. Artinya, bank mampu menyalurkan kredit dengan baik.
Sementara itu, angka kredit macet atau Non Performing Loans (NPL) per Juli 2025 stabil di angka 2,28 persen.
"Dampak berikutnya adalah pasar uang antar bank akan jalan tuh. Nah, dampak placement bank akan jalan. Sehingga Insya Allah perputaran ekonomi semakin cepat," sambungnya.
Selain itu, dampak yang bakal terlihat melalui BSI adalah ketersediaan likuiditas sehingga bank lebih longgar memberikan pembiayaan.
Misalnya, konsumen akan membeli motor, mobil, hingga perabotan rumah tangga. Jika indeksnya sudah naik, maka kepercayaan konsumen akan naik yang membuat konsumen percaya diri untuk lanjut.
"InsyaAllah kemarin LDR 90 persen sudah bisa bernapas. Sehingga bank-bank lain yang tidak dapat kucuran akan merasakan dampaknya melalui pasar uang antar bank dan penempatan antar bank," ungkapnya.
(Sadam/Azhar)