Iran Siap Batalkan Perjanjian Jika Israel Langgar Gencatan Senjata
Dhea Oktaviana
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital- Ketegangan di wilayah Timur Tengah kembali memanas. Seorang sumber terpercaya dari Iran memperingatkan dengan tegas bahwa Teheran siap menarik diri dari perjanjian gencatan senjata sementara yang baru saja disepakati.
Ancaman ini muncul sebagai respons atas tindakan rezim Israel yang terus melancarkan serangan militer terhadap Lebanon.
Peringatan tegas tersebut disampaikan kepada Tasnim News Agency, dikutip MUI Digital, Jumat (10/4/2026).
Sumber tersebut mengungkapkan bahwa Iran saat ini sedang mempertimbangkan secara serius untuk keluar dari perjanjian yang telah disepakati kedua belah pihak, mengingat pelanggaran berulang yang terus dilakukan oleh rezim Zionis.
Lebih tegas, seorang sumber terebut menekankan bahwa penghentian permusuhan di semua lini, termasuk perlindungan terhadap "Perlawanan Islam yang heroik di Lebanon", merupakan bagian integral dari rencana gencatan senjata dua minggu yang telah disetujui oleh Amerika Serikat.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. "Rezim Zionis telah melancarkan serangan brutal terhadap Lebanon pagi ini. Ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap komitmen gencatan senjata," tegas sumber tersebut.
Menanggapi hal tersebut, saat ini Angkatan Bersenjata Iran dilaporkan tengah menentukan titik-titik sasaran strategis sebagai bentuk perlawanan. Secara tegas seorang sumber daari Iran tersebut menekankan bahwa, “Jika AS tidak mampu mengendalikan 'anjing gila' mereka di kawasan ini, Iran akan secara khusus membantu, dalam hal ini dengan kekuatan!”.
Serangan udara Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya di berbagai wilayah Lebanon sejak dini hari Rabu ini telah menewaskan 254 orang dan melukai 1.165 orang lainnya, demikian dilaporkan Kantor Berita Nasional mengutip pernyataan dari Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Lebanon.
Dilansir Aljazeera, Kamis (9/4/2026), pernyataan tersebut menjelaskan bahwa jumlah korban terdiri dari 92 gugur dan 742 luka-luka di ibu kota Beirut, serta 61 gugur dan 200 luka-luka di pinggiran selatan Beirut.
Ditambahkan bahwa tercatat 18 gugur dan 28 luka-luka di distrik Baalbek, serta sembilan gugur dan enam luka-luka di distrik Hermel (timur).
Jumlah korban juga mencakup 28 gugur dan 59 luka-luka di Nabatieh, 17 gugur dan 6 luka-luka di distrik Aley, 12 gugur dan 56 luka-luka di Saida, serta 17 gugur dan 68 luka-luka di Tyre (selatan), menurut pernyataan tersebut.
Kementerian Kesehatan Lebanon juga melaporkan bahwa jumlah korban sementara akibat serangan Israel di negara tersebut pada Rabu mencapai 182 orang gugur dan 890 orang luka-luka.
Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nasiruddin, mengatakan kepada Aljazeera bahwa ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit, seraya menyerukan lembaga-lembaga internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon.
Dalam pernyataan sebelumnya, dia menyebutkan bahwa rumah sakit dipenuhi oleh korban tewas dan terluka.
Koresponden Aljazeera melaporkan bahwa serangan Israel semakin meluas, mencakup wilayah luas di selatan negara itu, melewati Pegunungan Lebanon, hingga ke pinggiran selatan, serta wilayah di dalam ibu kota Beirut, serta Tyre, Hermel, dan Bekaa.
Ini bersamaan dengan pengumuman tentara Israel tentang pelaksanaan serangan besar-besaran terhadap Lebanon sejak dimulainya perang, beberapa jam setelah diumumkannya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran selama dua pekan.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyerukan kepada komunitas internasional untuk menjalankan tanggung jawabnya dan mengakhiri apa yang dia gambarkan sebagai sikap agresif yang mengancam stabilitas kawasan.
"Berlanjutnya kebijakan agresif Israel hanya akan menimbulkan ketegangan yang lebih besar,"ujar dia.
Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengatakan Israel mengabaikan prinsip-prinsip hukum internasional dan kemanusiaan, tanpa mempedulikan semua upaya regional dan internasional untuk menghentikan perang.
Dia menyerukan kepada teman-teman negaranya untuk membantu menghentikan serangan Israel dengan segala cara.
Salam menulis dalam sebuah unggahan di platform X, "Meskipun kami menyambut baik kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat serta mengintensifkan upaya kami untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Lebanon, Israel terus memperluas serangannya yang menargetkan kawasan pemukiman padat dan menewaskan warga sipil tak bersenjata di berbagai wilayah Lebanon."