Global Sumud Kembali Berangkat Menuju Gaza, Kini Start dari Barcelona
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Armada kemanusiaan bertajuk “Global Sumud” dijadwalkan kembali berlayar untuk menembus blokade Jalur Gaza dengan membawa bantuan bagi warga Palestina.
Dikutip MUI Digital dari The New Arab pada Senin (14/4/2026), sekitar 30 kapal direncanakan berangkat dari Barcelona, Spanyol, dengan muatan bantuan medis dan perlengkapan kemanusiaan lainnya.
Sejumlah kapal tambahan diperkirakan akan bergabung sepanjang perjalanan menuju wilayah Palestina.
Misi ini menjadi upaya lanjutan setelah percobaan sebelumnya pada Oktober lalu digagalkan oleh militer Israel. Saat itu, sekitar 40 kapal dicegat, dan ratusan peserta ditahan, termasuk aktivis asal Swedia, Greta Thunberg.
Baca juga: Hizbullah Pastikan Tekanan Militer Terhadap Israel Hingga Agresi Zionis Berhenti
Para penyelenggara menyatakan bahwa pelayaran ini bertujuan untuk membuka akses bantuan kemanusiaan bagi lebih dari dua juta penduduk di Gaza yang masih menghadapi keterbatasan pasokan kebutuhan dasar.
Israel, yang mengontrol akses masuk ke wilayah tersebut, membantah adanya penahanan pasokan.
Namun, berbagai organisasi kemanusiaan internasional menilai bantuan yang masuk masih belum mencukupi, meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
Aktor Liam Cunningham yang dikenal lewat serial televisi Game of Thrones, turut mendukung misi tersebut dan menilai inisiatif ini sebagai bentuk dorongan terhadap tanggung jawab kemanusiaan global.
Sementara itu, World Health Organization menegaskan dalam situasi konflik bersenjata, akses terhadap layanan kesehatan harus tetap dijamin sesuai hukum humaniter internasional.
Baca juga: Terima Kunjungan Dubes Palestina, MUI Tegaskan Konsistensi Dukung Gaza
“Ini adalah misi yang bertujuan untuk membuka koridor kemanusiaan agar organisasi penyalur bantuan dapat tiba,” kata Saif Abukeshak, seorang aktivis Palestina dan anggota panitia penyelenggara armada tersebut, kepada Reuters.
Di sisi lain, sejumlah aktivis dari Swiss dan Spanyol yang terlibat dalam misi sebelumnya mengaku mengalami kondisi tidak manusiawi selama penahanan oleh pasukan Israel.
Upaya pelayaran ini kembali menyoroti tantangan distribusi bantuan kemanusiaan di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.