Hj. Badriyah Fayumi, Lc., M.A.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI
Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga
Pesantren satu dengan yang lain itu كالجسد الواحد. Derita yang dialami satu pesantren adalah derita semua pesantren. Air mata saya menetes saat menulis coretan ini.
Musibah yang dialami santri dan pesantren Al Khoziny adalah duka mendalam bagi seluruh pesantren di Indonesia, santri, dan keluarganya.
MUI menyampaikan duka mendalam atas wafatnya para santri syuhada yang dipanggil Allah saat berjihad mencari ilmu dan sedang beribadah kepada Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan sabar dan mendapatkan ganti anugerah tak terkira karena kesabarannya. Untuk santri yang masih dirawat, semoga sabar dan Allah berikan anugerah hidup, ilmu, dan hikmah yang tak terbatas, karena kesabarannya yang luar biasa.
Siapapun tentu tak ada yang menginginkan musibah demikian berat ini terjadi.
Untuk itu, mari berikan empati dan dukungan kepada keluarga besar Al Khoziny dan semua pesantren yang telah mendidik anak-anak bangsa. Mereka mendidik tanpa memandang status sosial ekonomi selama berabad-abad, bahkan tanpa meminta fasilitas negara.
Pesantren yang telah tulus ikhlas berjuang mencerdaskan anak-anak bangsa sekaligus menjaga tanah air dan mempertahannya dengan darah dan nyawa berabad-abad sebelum Indonesia merdeka.
Musibah yang terjadi di Al Khoziny adalah momentum kita semua untuk muhasabah, mengambil hikmah, dan memperbaiki diri.
Negara perlu hadir untuk pesantren dan melakukan fasilitasi. Demikianlah salah satu amanat UU Pesantren. Pesantren, sebagai bagian dari warga negara, dengan kehadiran negara tersebut, juga menjalankan apa yang seharusnya dilakukan.
Semangat pengabdian untuk pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat yang tulus ikhlas dan sudah dibuktikan selama berabad-abad oleh pesantren harus terus hidup dan berkembang, tidak patah oleh musibah.
Semoga semua pihak dapat menyikapi musibah ini dengan bijak dan tepat.
Kami mengapresiasi keluarga korban yang menunjukkan kematangan spiritual yang luar biasa dalam menghadapi musibah besar ini.
Kami juga mendoakan Al Khozini agar senantiasa bersabar dalam menjalani hari-hari yang berat dan tidak mudah ini. Semoga semua pihak dapat mengambil hikmah dari musibah ini.