Oleh: Muhammad Fakhruddin, Jurnalis MUIDigital dari Jeddah, Arab Saudi
JEDDAH, MUI.OR.ID — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, yang ditunjuk sebagai satu-satunya anggota perempuan dalam Tim Amirul Hajj 2025, menyoroti pentingnya peningkatan layanan bagi jamaah haji perempuan yang jumlahnya pada tahun ini lebih besar dibandingkan jamaah laki-laki.
“Saya lebih fokus kepada layanan terhadap jamaah haji perempuan yang tahun ini informasinya lebih banyak jumlahnya dibandingkan jamaah laki-laki,” ujar Arifah saat saya temui di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Jumat (30/5/2025)
Sebagai bentuk tanggung jawabnya, Arifah menekankan perlunya pemantauan dan evaluasi terhadap fasilitas dan layanan yang diberikan kepada jamaah perempuan. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah ketersediaan fasilitas sanitasi.
“Jumlah toilet untuk perempuan seharusnya lebih banyak karena durasi penggunaannya lebih lama dibandingkan laki-laki. Ini hal sederhana tapi sangat berpengaruh terhadap kenyamanan jamaah,” jelasnya.
Ia juga mencatat masih kurangnya jumlah pembimbing ibadah khusus untuk perempuan. Menurutnya, hal ini penting agar jamaah perempuan mendapatkan bimbingan yang sesuai, termasuk dalam situasi khusus seperti haid.
“Masih perlu ditambah jumlah pembimbing ibadah perempuan. Ini penting untuk memberikan pendampingan secara fikih, khususnya bagi jamaah yang mengalami kondisi khusus seperti menstruasi,” ungkap Arifah.