Buya Anwar Abbas: Kualitas Perempuan Faktor Penentu Kemajuan Bangsa
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas, menyatakan kualitas perempuan dan ketahanan keluarga merupakan faktor penting dalam menentukan masa depan suatu bangsa.
Hal itu disampaikannya saat membuka Workshop Penyusunan Buku Panduan Pranikah bagi Remaja bertema "Membangun Keluarga Sakinah untuk Generasi Masa Depan", yang merupakan rangkaian kegiatan Kongres Umat Islam Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI tersebut berlangsung di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026).
Dalam sambutannya, Buya Anwar mengutip firman Allah SWT QS Ar - Ra'd ayat 11 yang berbunyi:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ١١
"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS Ar-Ra'd: 11).
"Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri," ujarnya.
Baca juga: Gandeng Baznas hingga Guru BK, MUI Integrasikan Pemikiran Wujudkan Ketahanan Keluarga
Buya Anwar kemudian mengajak peserta melihat kemajuan bangsa-bangsa di dunia melalui kualitas sumber daya manusianya.
Ia mencontohkan komunitas Yahudi yang jumlahnya relatif kecil dibandingkan populasi dunia, namun mampu melahirkan banyak peraih Nobel.
Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan tersebut adalah perhatian besar terhadap pendidikan dan pembinaan keluarga, terutama peran perempuan sebagai ibu.
Ia menyebut, perempuan memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan kualitas generasi yang akan datang. Jika perempuan baik, maka masyarakat dan negara akan baik.
“Sebaliknya, jika perempuan rusak, maka dampaknya juga akan dirasakan oleh masyarakat dan negara," katanya.
Buya Anwar menjelaskan bahwa ibu memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan kecerdasan anak sejak dalam kandungan.
Baca juga: Kemenag Soroti Ancaman Era Digital terhadap Keluarga, Majelis Taklim Diminta Naik Kelas
Karena itu, perempuan perlu membiasakan diri untuk terus belajar, membaca, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menciptakan lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang anak.
Ia juga menekankan pentingnya memperdengarkan hal-hal yang baik kepada anak sejak dini, termasuk bacaan Alquran dan kalimat-kalimat yang mengandung nilai keislaman.
"Oleh karena itu, menurut saya, seorang istri yang baik adalah istri yang mampu membaca Alquran. Demikian pula calon suami dan calon istri harus memiliki kemampuan membaca Alquran dengan baik," ujarnya.
Lebih lanjut, Buya menilai bahwa peran ibu dalam keluarga sangat dominan dalam pembentukan kepribadian anak.
Hal tersebut tidak terlepas dari kedekatan ibu dengan anak sejak masa kehamilan hingga proses pengasuhan sehari-hari.
Pada kesempatan itu, Buya Anwar Abbas juga mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan untuk memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Menurutnya, banyak keluarga yang mulai kehilangan daya tahannya akibat lemahnya komunikasi dan pemahaman antaranggota keluarga.
"Laki-laki tidak memahami perempuan, perempuan tidak memahami laki-laki, suami tidak memahami istri, istri tidak memahami suami, orang tua tidak memahami anak, dan anak pun tidak memahami orang tuanya. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita hadapi bersama," katanya.
Karena itu, Buya berharap rumusan yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut dapat disempurnakan melalui berbagai diskusi dengan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen bangsa sebelum diterbitkan menjadi buku pedoman.
"Kita ingin rumusan yang dihasilkan benar-benar matang, mendapatkan masukan dari berbagai pihak, sehingga bisa menjadi pedoman yang bermanfaat bagi masyarakat luas dalam membangun keluarga yang kuat dan berkualitas," tuturnya.
Di akhir sambutannya, Buya Anwar secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan mengucapkan basmalah dan berharap seluruh rangkaian acara dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi penguatan ketahanan keluarga di Indonesia.