Apa Saja Kesepakatan Xi dan Trump dan Bagaimana Keduanya Merespons Isu Global?
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan komitmen menjaga hubungan bilateral tetap stabil dan konstruktif dalam pertemuan kenegaraan di Beijing, Kamis (14/5/2026).
Dikutip MUI Digital dari Aljazeera pada Sabtu (16/5/2026), pertemuan kedua pemimpin dunia tersebut berlangsung di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, mulai dari ketegangan perdagangan, isu Taiwan, hingga konflik di Timur Tengah.
Dalam sambutannya di Balai Besar Rakyat Beijing, Xi Jinping menekankan pentingnya hubungan China dan Amerika Serikat demi menjaga stabilitas dunia.
“Kita harus membuatnya berhasil dan jangan sampai mengacaukannya,” ujar Xi.
Xi menilai hubungan kedua negara harus dibangun atas dasar saling menghormati dan kerja sama, bukan persaingan yang berujung konflik.
“Saya selalu percaya bahwa kepentingan bersama antara China dan AS lebih besar daripada perbedaan yang ada,” katanya.
Baca juga: Laporan: Israel Ngotot Dorong AS untuk Kembali Perangi Iran
Sementara itu, Donald Trump menyampaikan apresiasi terhadap sambutan pemerintah China serta memuji kepemimpinan Xi Jinping.
“Kita akan memiliki masa depan yang fantastis bersama,” kata Trump dalam jamuan makan malam kenegaraan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat menggambarkan hubungan AS-China sebagai hubungan yang “konstruktif, strategis, dan stabil” untuk beberapa tahun mendatang.
Selain hubungan bilateral, Trump dan Xi juga membahas persoalan perdagangan antara kedua negara. Pemerintah AS berharap China membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk Amerika Serikat.
Pembicaraan perdagangan ini menjadi penting setelah sebelumnya kedua negara sempat terlibat perang tarif dan pembatasan ekspor logam tanah jarang yang berdampak pada rantai pasok industri teknologi global.
Baca juga: UEA Bantah Kunjungan Rahasia Netanyahu di Tengah Konflik Iran
Isu Taiwan turut menjadi perhatian dalam pembicaraan tersebut. Xi Jinping mengingatkan bahwa persoalan Taiwan merupakan isu sensitif yang dapat memicu konflik jika tidak ditangani secara hati-hati.
Menurut Xi, perdamaian di Selat Taiwan menjadi faktor penting bagi stabilitas kawasan Asia Pasifik.
Soroti konflik Iran
Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin juga membahas konflik Iran dan situasi keamanan di Selat Hormuz.
Trump dan Xi sepakat pentingnya menjaga jalur perdagangan energi dunia tetap terbuka serta mencegah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pertemuan di Beijing ini diperkirakan akan berlanjut dalam sejumlah forum internasional tahun ini, termasuk APEC 2026 dan G20 Summit 2026.