Arab Saudi Kembangkan Enam Kawasan Strategis di Makkah
A Fahrur Rozi
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital – Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat pembangunan Kota Makkah sebagai pusat ibadah umat Islam dunia.
Melalui Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci (Royal Commission for Makkah City and Holy Sites), Arab Saudi mengumumkan penyerahan enam kawasan pengembangan perkotaan strategis dengan nilai investasi gabungan mencapai 13,3 miliar riyal Saudi atau sekitar 3,5 miliar dolar AS (Rp 57 triliun).
Enam kawasan tersebut mencakup wilayah Jurhum Selatan, Al Khalidiyah, Al Hajlah, Hindawiyah Timur, Hindawiyah Selatan, dan Hindawiyah Barat.
Secara keseluruhan, kawasan yang akan dikembangkan memiliki luas lebih dari 2,7 juta meter persegi dan telah diberikan kepada sejumlah konsorsium investasi dan pengembang untuk diproses lebih lanjut.
Dalam pernyataannya, Komisi Kerajaan menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kawasan perkotaan di Kota Suci.
Baca juga: Pemimpin Dunia Islam Kompak Apresiasi Arab Saudi Atas Suksesnya Haji di Tengah Ketegangan Kawasan
Langkah disebut untuk mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup di Makkah sesuai dengan Visi 2030, kata komisi tersebut.
"Langkah ini bertujuan untuk mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup di Makkah sesuai dengan Visi Saudi 2030," demikian pernyataan komisi sebagaimana dikutip AGBI.
Meski nama investor dan rincian masing-masing proyek belum diumumkan, seluruh kawasan akan melalui sejumlah tahapan regulasi dan teknis sebelum pembangunan dimulai.
Tahapan tersebut meliputi persetujuan desain, studi kelayakan, serta pemenuhan berbagai persyaratan pelaksanaan yang ditetapkan pemerintah.
Pengembangan enam kawasan ini menjadi bagian dari transformasi besar yang sedang berlangsung di Makkah dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Arab Saudi terus menggelontorkan investasi besar untuk memperkuat infrastruktur, transportasi, energi, serta fasilitas publik guna mendukung kebutuhan penduduk dan jutaan jamaah yang datang setiap tahun.
Baca juga: Evaluasi Haji 2026, Ini Beberapa Catatan Penting Terkait Kesiapan Petugas
Pada April lalu, Saudi Energy Company bersama Acwa Power menandatangani perjanjian pembelian listrik senilai 11,5 miliar riyal Saudi dengan Saudi Power Procurement Company untuk memperluas kapasitas pembangkit listrik di Makkah.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan energi yang memadai bagi kota yang setiap tahun menerima jutaan pengunjung dari seluruh dunia.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, Perusahaan Kereta Api Saudi mengumumkan pembentukan dana riil estate senilai 6 miliar riyal Saudi untuk mengembangkan proyek serba guna berdasarkan model pengembangan yang berorientasi pada transportasi di Mekah.
Pembangunan tersebut sejalan dengan target besar Arab Saudi untuk meningkatkan jumlah wisatawan religi dalam beberapa tahun mendatang.
Pemerintah Saudi menargetkan jumlah jamaah haji dan umrah meningkat hingga tiga kali lipat menjadi lebih dari 30 juta orang per tahun pada 2030.