Wasekjen MUI Apresiasi Penanganan Mudik Idul Fitri 2024
Junaidi
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID—Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Arif Fahrudin, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah dalam penanganan mudik pada Lebaran Idul Fitri 1445 H.
Kepada MUIDigital pada Selasa (16/4/2024), Kiai Arif menyebut mudik kali ini terdapat adanya peningkatan dan kemajuan dari segi fasilitas dan regulasi.
“Menurut kami (MUI), dari tahun ke tahaun mengalami kemajuan, mengalami perbaikan, maka Kami Majelis Ulama Indonesia mengapresiasi atas kinerja pemerintah dan pihak terkait dalam hal memperbaiki fasilitas dan regulasi mudik,” kata Kiai Arif.
Meski demikian, dia tidak memungkiri adanya sejumlah insiden kecelakaan yang memakan beberapa korban.
Berdasarkan laporan dari Korlantas Polri, hingga Ahad siang (14/4) jumlah kasus kecelakaan selama periode mudik dan balik Lebaran 2024 sebanyak 2.419 kasus kecelakaan terjadi.
Dibandingkan dengan data arus mudik dan arus balik pada periode Lebaran 2023, kasus kecelakaan tersebut mengalamai penurunan hingga 18 persen.
Kedepan, menurut Kiai Arif, hal itu harus menjadi perhatian penting bagi pemerintah agar dapat diminimalisir terjadinya insiden serupa. Kiai Arif menyampaikan pentingnya mengutamakan keselamatan pemudik.
“Mungkin untuk tahun-tahun ke depan, hal-hal seperti itu (kecelakaan) untuk lebih diminimalisir, supaya kita mengedapankan keselamatan keselamatan pemudik,” ucapnya.
Dalam pelaksanaan arus balik, Kiai Arif juga berpesan kepada para pemudik untuk suportif dan bekerja sama dengan kebijakan pemerintah.
Hal itu mengingat mudik adalah migrasi penduduk besar-besaran yang sangat rentan dengan insiden kecelakaan.
“Di jalan raya supaya lebih rapi lagi, tidak ada rasa egoisme, ada tenggang rasa dalam menggunakan jalan raya di antara kita semua,” harapnya.
Sementara itu, di lokasi terpisah, Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas mengajak umat untuk menjaga nilai-nilai yang diajarkan bulan Ramadhan.
Buya Anwar menyampaikan, nilai-nilai Ramadhan tersebut bukan hanya dijaga, melainkan juga menumbuhsuburkannya antara lain dengan tetap beribadah dan rajin melaksanakan shalat berjamaah di masjid.
"Umat Islam hendaknya terus menjaga dan menumbuhsuburkan nilai-nilai yang sudah diajarkan oleh Ramadhan kepada kita," kata Buya Anwar.
Lebih lanjut, Buya Anwar Abbas menyampaikan, umat Islam di Indonesia juga perlu menjaga nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan terhadap seluruh umat.
Hal itu, kata Buya Anwar, untuk senantiasa mampu merekatkan kebersamaan, tidak hanya umat Islam, namun untuk seluruh masyarakat.
"Terutama dalam mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin, sehingga kehadiran Islam di negeri ini tidak hanya bisa dinikmati oleh umat Islam, tapi juga oleh umat-umat dari agama lain," katanya.
Dengan upaya tersebut, Buya Anwar menyebut persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia dapat terwujud.
Sehingga, sambungnya, kenikmatan hidup di Indonesia dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
Salah satu contoh nyata, ungkapnya, adalah empati masyarakat dalam memberi satu sama lain, yang menjadikan masyarakat dapat membeli barang-barang perlengkapan untuk merayakan Idul Fitri.
"Hal-hal seperti ini hendaknya tetap bisa dijaga dan ditingkatkan, sehingga rasa solidaritas dan kebersamaan di antara keluarga dan warga masyarakat tetap bisa terjaga dan terpelihara dengan baik," kata dia. (Jun/Rozi/ Sadam, ed: Nashih)