Stafsus Menaker Dorong Generasi Pramuka Jadi Ulul Albab dan Siap Hadapi Masa Depan
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Azharun N
Editor
BEKASI, MUI Digital — Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof Sukro Muhab, mendorong generasi muda Pramuka untuk menjadi generasi Ulul Albab, yakni generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan zaman.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri hari ke dua dalam kegiatan Pesantren Kilat Ramadan bagi Pramuka Penegak dan Pandega se-Jabodetabek yang diikuti sekitar 300 peserta di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi pada Ahad (8/3/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Majelis Ulama Indonesia melalui Komisi Pendidikan dan Kaderisasi dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka serta didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Menurutnya, konsep Ulul Albab merupakan gambaran generasi yang mampu memaksimalkan akal dan hatinya untuk melahirkan pemikiran yang kritis, kreatif, inovatif, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Ia menjelaskan bahwa dalam sejarah peradaban dunia, umat Islam pernah mencapai masa kejayaan karena melahirkan generasi yang kuat dalam ilmu pengetahuan dan nilai spiritual.
“Generasi muda harus mampu menggunakan cara berpikirnya untuk berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan juga menghasilkan karya yang baik untuk membangun negeri dengan nilai-nilai Islam sebagai rujukan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa di tengah disrupsi teknologi dan krisis moral generasi muda saat ini, pendidikan karakter Ulul Albab menjadi sangat penting untuk diperkuat.
Menurutnya, ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam membangun generasi Ulul Albab.
Pertama, pendidikan harus menanamkan kembali nilai fitrah pada diri anak-anak agar menjadi benteng dalam menghadapi pengaruh negatif teknologi.
Kedua, tekhnologi harus dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi untuk hal-hal yang positif, sekaligus disertai kemampuan menyaring dampak negatifnya.
Ketiga, sistem pendidikan juga harus mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau AI dalam proses pembelajaran.
“Pendidikan harus berbasis perkembangan zaman. Digitalisasi, AI, dan teknologi pendidikan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” katanya.
Keempat, penggunaan teknologi oleh anak-anak harus tetap dibimbing melalui kerja sama antara guru di sekolah dan orang tua di rumah agar tidak merusak mental generasi muda.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya soft skill masa depan bagi generasi muda, di antaranya memiliki growth mindset, kemampuan memanfaatkan teknologi, serta jiwa kewirausahaan.
Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pola pikir berkembang agar tidak mudah menyerah menghadapi persaingan global.
Ia juga menilai kemampuan memanfaatkan teknologi seperti internet, kecerdasan buatan, dan berbagai sumber informasi digital sangat penting sebagai sarana belajar.
“Anak-anak juga harus disiapkan menjadi wirausaha. Dalam Islam disebutkan bahwa sebagian besar pintu rezeki ada pada usaha,” ujarnya.
Ia berharap melalui penguatan karakter Ulul Albab dan penguasaan soft skill masa depan, generasi Pramuka dapat menjadi generasi yang mandiri, berakhlak, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa.