Silaturahim Nasional Penguatan Ukhuwah akan Digelar sebagai Rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Majelis Ulama Indonesia menyiapkan agenda Silaturahim Nasional Penguatan Ukhuwah sebagai bagian dari rangkaian pra-Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII guna memperkuat persatuan umat di tengah keberagaman organisasi dan pandangan keislaman.
Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan kegiatan tersebut akan digelar di Yogyakarta dan menjadi salah satu langkah strategis MUI dalam membangun ukhuwah Islamiyah menjelang pelaksanaan kongres.
“Pra Kongres yaitu Silaturahim Nasional Penguatan Ukhuwah sebagai bagian dari penguatan agar umat bersatu. Dan ini akan digelar di Yogyakarta oleh MUI DIY,” ujar Buya Amirsyah kepada MUI Digital, di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, penguatan persatuan umat menjadi fokus penting dalam KUII VIII yang mengusung tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat”.
Dia menilai umat Islam perlu terus menjaga persatuan di tengah keberagaman organisasi masyarakat maupun perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat.
Baca juga: Jelang Kongres Umat Islam Indonesia, MUI dan Menhan Satukan Langkah Perkuat Ketahanan Nasional
Karena itu, MUI mengangkat semangat “Bersatu dalam Ushuliyah, Bertoleransi dalam Furuiyah” sebagai landasan dalam membangun kebersamaan umat.
“Ini harus menjadi tagline yang bisa mempersatukan kita,” katanya.
Selain Silaturahmi Nasional Penguatan Ukhuwah, MUI juga menyiapkan berbagai agenda pra-kongres lainnya, termasuk kegiatan bersama Kaukus Parlemen untuk memperkuat peradaban dan mendukung terwujudnya perdamaian dunia.
Tak hanya itu, MUI turut melibatkan para ulama dan pesantren dalam penguatan pembinaan karakter santri sebagai bagian dari upaya menjaga pesantren sebagai aset bangsa.
Baca juga: Kongres Umat Islam Indonesia akan Kembali Digelar, Angkat Isu Nasional dan Global
“Pesantren memiliki sejarah panjang di Indonesia yang banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa. Karena itu pesantren harus kita kawal sebagai aset bangsa,” ujarnya.
Buya Amirsyah menambahkan, agenda seni budaya dan peradaban Islam juga akan menjadi bagian dari rangkaian menuju KUII VIII.
Menurutnya, seluruh rangkaian pra-kongres tersebut diharapkan dapat memperkuat persatuan umat sekaligus melahirkan berbagai rekomendasi strategis yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
“Ini sebagai bagian dari ikhtiar Majelis Ulama Indonesia untuk mengawal kedaulatan bangsa sehingga negara kita kuat,” tutur dia.