Kawal Puncak Armuzna, Musyrif Diny Prof Niam Ikhtiarkan Layanan Haji Patuh Syariah
Sadam Al Ghifari
Penulis
Muhammad Fakhruddin
Editor
Madinah, MUI Digital--Menjelang pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Musyrif Diny 2026 Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh memastikan pihaknya akan mengawal rangkaian puncak ibadah haji tersebut.
Ulama yang akrab disapa Prof Ni'am ini menerangkan, Musyrif Diny akan mengawal pelaksanaan dan penyelenggaraan ibadah haji agar patuh terhadap syariah.
"Ibadah mereka juga bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan syariat," kata Prof Ni'am di Madinah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: 300 Kursi Roda Baru Disiapkan untuk Armuzna, Perkuat Layanan Haji Ramah Lansia
Ketua MUI Bidang Fatwa ini berharap pelaksanaan puncak ibadah haji 2026 berjalan lancar dan baik, terutama dalam rangkaian kegiatan di Armuzna yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji.
"Keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari aspek layanan. Akan tetapi, terutama dari terpenuhinya seluruh rukun dan syarat ibadah haji oleh jamaah," tegasnya.
Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini menekankan, esensi dari layanan penyelenggaraan haji adalah terpenuhinya seluruh rangkaian manasik ibadah haji yang dapat dilaksanakan secara baik oleh jamaah.
Lebih lanjut, Ketua Majelis Alumni IPNU ini menilai, seluruh layanan mulai dari pembimbingan ibadah, konsumsi, transportasi, hingga akomodasi harus bermuara pada kesuksesan ritual ibadah sesuai ketentuan syariah.
Baca juga: Armuzna Siap Sambut Jamaah, Tenda Dilengkapi Lantai Tebal dan Urinoir
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat ini menegaskan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji harus diprioritaskan demi memastikan jamaah dapat mengikuti wukuf, yang merupakan rukun utama haji.
"Lebih baik datang di Arafah lebih awal untuk mempersiapkan pelaksanaan wukuf daripada datang terlambat, karena bisa kehilangan kesempatan dan hajinya menjadi tidak sah," tegasnya.
Prof Niam mengungkapkan, jumlah jamaah haji Indonesia mencapai 221 ribu orang. Dia menekankan pengaturan waktu dan pergerakan menjadi krusial agar seluruh jamaah dapat terlayani dengan baik dan tidak ada yang tertinggal.
Prof Niam menegaskan, Musyrif Diny akan melakukan pengawasan terhadap kepatuhan syariah dalam seluruh sistem layanan haji. Hal ini termasuk berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan penyelenggaraan berjalan sesuai prinsip syariah.
Melalui berbagai upaya perbaikan dan evaluasi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, Prof Niam berharap puncak ibadah haji tahun ini bisa berlangsung tertib, aman dan seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah secara sah dan sempurna.