Pengabdian Senyap Landis, Melayani Jamaah Usia Lanjut Seperti Keluarga Sendiri
Sanib
Penulis
Admin
Editor
Laporan jurnalis MUI Digital, langsung dari Madinah, Arab Saudi
Madinah, MUI Digital —Selasa (28/4/2026) sore waktu Arab Saudi, petugas Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor 2 Daker Madinah melakukan layanan pendampingan di Hotel Arkan Al Manar.
Salah satu jamaah yang mendapat perhatian khusus adalah Malka (75), jamaah asal Bone, Sulawesi Selatan, yang berangkat haji seorang diri setelah menanti 15 tahun.
Di usia senja, Malka masih mampu berjalan, namun geraknya terbatas dan membutuhkan bantuan dalam aktivitas harian, termasuk beradaptasi dengan lingkungan baru serta fasilitas penginapan yang berbeda dengan di Tanah Air.
Petugas Landis hadir membantu kebutuhan dasar hingga pendampingan ibadah. “Kamі menyapa mereka setiap saat, memandikan setiap pagi, mengganti popok, hingga menyuapi agar kebutuhan energi tubuh mereka tetap terjaga,” kata petugas Landis PPIH Daker Madinah, Abdurrabbani.
Ia menjelaskan, tim Landis Sektor 2 dibagi dalam empat kelompok yang fokus menyambut dan mendampingi jamaah lansia serta disabilitas yang membutuhkan bantuan langsung.
Pelayanan tidak hanya dilakukan di penginapan. Saat jamaah hendak beribadah ke Masjid Nabawi, berdoa di Raudhah, maupun berziarah, petugas turut mendampingi dengan menyiapkan kursi roda, menuntun, hingga mendorong jamaah menuju masjid.
Baca juga: 'Seperti Tamu Terhormat' Saat Petugas Sambut Jamaah Haji dengan Sepenuh Hati
Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas Sektor 2 Daker Madinah, Wira Putra, menyebut pendampingan ini menjadi bentuk ibadah dan pengabdian tersendiri bagi para petugas.
“Bersyukur kami masih diberi kesempatan mendampingi saudara-saudara kita. Ini bentuk ibadah yang lain pada musim haji tahun ini,” ujarnya.
Para petugas Landis bekerja dalam senyap. Mereka memastikan jamaah lanjut usia dan disabilitas dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Setiap hari, petugas Landis menyusuri hotel-hotel tempat jamaah menginap untuk memantau kondisi jamaah yang membutuhkan pendampingan khusus. Tugas itu mereka jalankan sebagai bagian dari komitmen layanan ramah lansia dan disabilitas selama operasional haji 1447 H/2026 M.
Dalam pelaksanaannya, layanan Landis juga bersinergi dengan tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Petugas kesehatan KKHI, Riskyana Puspita Rini, mengatakan koordinasi antara pendamping lansia dan tenaga medis menjadi kunci agar kondisi jamaah rentan terus terpantau.
Menurutnya, visitasi bersama rutin dilakukan, terutama bagi jamaah yang membutuhkan pemantauan medis khusus maupun pengawasan konsumsi obat.
Baca juga: 3 WNI Ditangkap di Makkah Promosikan Haji Ilegal, Barang Bukti Berhasil Diamankan
Layanan ini menjadi implementasi nyata program Haji Ramah Lansia dan Disabilitas, sekaligus mendukung Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekonomi, dan sukses peradaban atau keadaban dalam layanan jamaah.
Di balik konsep layanan yang terstruktur itu, tersimpan kisah-kisah haru yang menggambarkan makna pengabdian.
Usai dimandikan petugas, Nenek Malka yang mengenakan hijab merah marun memeluk erat petugas Landis, Zaimatun. “Nak, terima kasih banyak ya,” ucapnya berulang sambil menepuk punggung petugas.
Pelukan itu menjadi simbol sederhana, namun kuat, bahwa di Tanah Suci, para petugas bukan sekadar melayani, melainkan juga menjadi keluarga bagi jamaah yang membutuhkan.