Nuzulul Quran Momentum Membangun Keharmonisan Keluarga
Sadam Al Ghifari
Penulis
Azharun N
Editor
Jakarta, MUI Digital- Momen peringatan Nuzulul Quran atau diturunkannya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW pada malam ke-17 Ramadhan menjadi momentum membangun keharmonisan dan kebersamaan dengan keluarga.
Hal ini disampaikan Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga (PRK) Dr Siti Ma'rifah kepada MUI Digital, Jumat (6/3/2026).
Puteri Wakil Presiden ke-13 RI ini menambahkan, hal itu dengan mengumandangkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam sejak usia dini bahkan sejak dalam kandungan.
"Agar nilai-nilai tersebut melekat dalam kehidupan sehari-hari dari mulai keluarga yang merupakan bagian terkecil dari masyarakat hingga membentuk karakter bangsa yang religius, penuh kasih sayang dan saling menghormati," ujarnya.
Lebih lanjut, Siti Ma'rifah mengatakan, jika Alquran menjadi tuntunan dalam segala aspek kehidupan, maka segala persoalan dapat diatasi, termasuk membangun ketahanan keluarga.
Baca juga: Hikmah Ramadhan, Kiai Niam: Puasa Mengajarkan Umat Selalu Bersyukur
"Agar tidak terjadi perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga karena di dalam Alquran disebutkan landasan membangun ketahanan rumah tangga dengan sakinah, mawaddah dan wa rahmah," kata Siti Ma'rifah.
Lebih lanjut, Siti Ma'rifah menyampaikan, konsep baiti jannati (rumahku surgaku) dalam perspektif Alquran dapat diwujudkan, terutama oleh keluarga muda yang menghadapi tekanan ekonomi dan sosial rumah tangga.
"Dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun rumah tangga yang kuat dengan melandasi nilai-nilai dalam Alquran. Apa yang diperintahkan Allah SWT dan menjauhi larangannya," sambungnya.
Membumikan Alquran kepada Gen Z dan Gen Alpha
Lebih lanjut, Siti Ma'rifah menekankan pentingnya membumikan nilai Alquran kepada generasi Z dan Alpha. Menurutnya, membumikan Alquran kepada generasi Z dan Alpha bisa dilakukan dengan metode uswatun hasanah.
Menurutnya, hal ini penting dilakukan agar generasi Z dan Alpha tidak memiliki jarak dengan kitab sucinya yakni Alquran dengan membiasakan membaca, memahami dan mengkaji nilai-nilai yang ada di dalam Alquran.
"Sehingga terwujud generasi Qurani yang terjaga dari perbuatan maksiat dan hal yang terlarang dalam agama," kata dia.