Momen Halal Bihalal, Ketua Umum MUI Ajak Kembali Fitrah Penuh Keadilan dan Hapus Permusuhan
Sadam Al Ghifari
Penulis
Azharun N
Editor
JAKARTA, MUI Digital-- Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, dalam momen Halal Bihalal MUI, mengajak semua pihak untuk kembali ke fitrah dengan keadilan dan tidak saling bermusuhan.
Kiai Anwar mengingatkan pentingnya persatuan, perdamaian dan keadilan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Menurutnya, sehebat apapun manusia, selalu membutuhkan persatuan, perdamaian dan keadilan.
Kiai Anwar menegaskan, ketiga nilai itu merupakan nilai universal dalam Islam. Islam tidak hanya mengajarkan hubungan kepada Allah atau Habluminallah, melainkan juga hubungan kepada sesama manusia atau habluminannas.
"Karena hakikatnya kita ini adalah saudara. Tidak ada yang lebih baik antara satu suku dari suku yang lain. Kata Rasul, tidak ada yang lebih utama dari warna kulit yang lain. Tidak ada. Kecuali adalah (orang) yang bertakwa kepada Tuhan," kata Kiai Anwar dalam acara Halal Bihalal MUI di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Ulama kharismatik asal Kediri, Jawa Timur, kembali menukil pernyataan Rasulullah SAW mengenai hakikat manusia yang berasal dari satu nutfah. Kemudiaan dari Nabi Adam AS yang berasal dari tanah.
"Oleh karena itu, berdamailah, hiduplah dalam damai, karena damai itu kebutuhan kita, bersatu itu adalah kebutuhan kita. Mari kira kembali ke fitrah kita, kembali ke asal kejadian kita, bahwa kita ini dijadikan oleh Tuhan tidak untuk berantem," tegasnya.
Kiai Anwar menegaskan, manusia diciptakan Tuhan tidak untuk berantem dan bermusuhan, apalagi saling membunuh. Tetapi manusia diciptakan oleh Tuhan untuk saling mengenal dan kemudiaan membuat satu kesepakatan.
Kiai Anwar menekankan, kesepakatan itu untuk membangun kehidupan menuju kedamaian dan kesejahteraan bersama.
"Apapun latar belakang kita, suku kita, agama kita, perbedaan ormas, atau hanya perbedaan hari raya, mari kita berdamai. Karena hakikatnya damai itu nikmat," tegasnya.
Kiai Anwar mengajak semua pihak untuk saling memaafkan, saling menasehati, saling tolong menolong dan saling musyawarah, bukan caci maki.
Dia menegaskan, hal itu adalah nilai-nilai yang harus dipegang para ulama dalam memberikan panduan dan kawalan moral agar bangsa ini tetap berada dalam ridho Allah SWT.
"Bangsa ini butuh nilai agama. Teknologi, knowledge penting tapi nilai agama juga sangat penting. Kemajuan tanpa nilai agama adalabh kemajuan tanpa nilai ruh. Nyawa kehidupan bangsa dan negara ini adalah sebuah nilai yang diajarkan oleh Tuhan, oleh para Rasul, dan para as-salafus shaleh," ujarnya.
Kegiatan yang bertajuk Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia ini dihadiri sejumlah tokoh.
Beberapa tokoh yang hadir antara lai Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman,Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan, Wakil Menteri Haji dan Umrah Danhil Anzar Simanjuntak.
Hadir pula Kepala BGN Dadan Hindayana, Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, dan Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi. (Sadam/Azhar)