Lewati ke konten utama
Minggu, 30 Agustus 2026 / 17 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Lewat GAPI, Waketum MUI KH Cholil Nafis Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren se-Indonesia

2 menit baca 118 dibaca
1000560548
Bagikan:

Jombang, MUI Digital--Ketua Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI), KH M Cholil Nafis, menekankan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi mandiri di lingkungan pesantren. Lewat wadah GAPPI, Wakil Ketua Umum MUI ini mendorong pesantren-pesantren di seluruh Indonesia untuk bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang mandiri secara finansial tanpa terus-menerus bergantung pada skema sumbangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Cholil saat mengisi talkshow bertema "Transformasi Pesantren dalam Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia melalui Pendidikan Tinggi" yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI bersama Majelis Alumni IPNU di Pondok Pesantren Al Wahabiyah, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).

Kiai Cholil mengungkapkan bahwa GAPI diinisiasi sebagai wadah kolaborasi antar-pengasuh pesantren untuk saling menguatkan, baik dari aspek kurikulum pendidikan maupun pengembangan jaringan bisnis. Rais Syuriah PBNU ini mendorong perubahan pola pikir dalam tata kelola lembaga agar pesantren mampu menghadirkan peluang ekonomi produktif dari dalam.

Baca juga: Baznas RI Luncurkan Program Beasiswa Santri di Momentum Muktamar ke-35 NU

​"Di GAPPI ini kita jalin kerja sama ekonomi antarpesantren. Mulai dari usaha ayam petelur, sistem budi daya bioflok, hingga greenhouse. Bahkan kami sedang menyiapkan lahan wakaf seluas 7 hektar di Bekasi untuk ditanami padi. Nanti kebutuhan beras, ikan, dan sayur bisa dipenuhi sendiri dari internal pesantren tanpa perlu beli," ujar Kiai Cholil.

Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah Depok ini menambahkan bahwa pendekatan bisnis yang ia terapkan telah membuktikan bahwa pesantren bisa menjadi pemain utama dalam rantai pasok ekonomi daerah. Pesantren yang dikelolanya saat ini telah berkembang menjadi agregator bisnis hidroponik se-Jabodetabek dan menjadi penyuplai utama bagi jaringan ritel modern.

Menurutnya, kemandirian ekonomi bukan hanya soal mencukupi kebutuhan operasional harian, melainkan jalan untuk mengangkat martabat lembaga pendidikan Islam. Dengan unit usaha yang kokoh, pesantren memiliki keleluasaan dalam membiayai operasional, memberikan fasilitas terbaik bagi santri, serta menjamin kesejahteraan para guru.

Baca juga: Baznas Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Peserta Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum

Melalui sinergi antar-pengasuh di dalam GAPI, Kiai Cholil optimistis model kerja sama ekonomi terintegrasi ini dapat direplikasi secara meluas. Pola hubungan yang dibangun tidak lagi berbasis permohonan bantuan, melainkan kemitraan bisnis strategis yang saling menguntungkan antar-pesantren di Indonesia.