JAKARTA, MUI.OR.ID – Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH Sholahuddin Al Aiyub menyampaikan rangkaian ibadah puasa jadi momen pendisiplinan diri bagi umat Islam.
"Ketika sahur, imsak, dan buka puasa kita selalu tepat waktu. Tidak ada yang mendahului buka puasa sebelum waktunya meski hanya 2 menit jelang magrib," kata Kiai Aiyub dalam keterangan yang diterima MUIDigital, Selasa. (23/04/2024).
Masih dalam suasana Syawal, dia menyebut setelah pelaksanaan puasa, seharusnya dapat dijadikan pembelajaran terkait disiplin waktu.
Selama sebulan umat Islam tak hanya diperintahkan berpuasa semata, tapi juga ada nilai-nilai pendidikan lain di dalamnya tak terkecuali tentang waktu.
"Itu sebenarnya tadrib atau mendidik kita supaya di kehidupan sehari-hari kita disiplin. Apakah semua larangan saat berpuasa kita lakukan untuk orang lain? Tentu tidak, semua semata-mata karena pemahaman bahwa Allah Mahamelihat apa yang dikerjaka hamba-Nya," sambung dia.
Disiplin waktu juga berkaitan erat dengan etos kerja. Kiai Aiyub menjelaskan, siapa saja yang menjalankan puasa dengan baik dan penuh kesadaran, maka akan berpengaruh juga dalam disiplin dalam pengelolaan waktu.
Selain itu, Kiai Aiyub juga menyinggung momentum Syawal agar dapat dimaksimalkan dengan baik untuk saling memaafkan.
"Sama-sama kita memaafkan kesalahan satu sama lain. Tentunya ketika berinteraksi, pasti ada satu dua hal yang terlewat sehingga terjadi miskomunikasi," katanya.
Lebih lanjut, Kiai Aiyub berharap pascamenjalankan ibadah puasa, semangat dakwah MUI untuk berkhidmat kepada ulama dan umat tetap terjaga dan semakin memberikan dampak baik lebih luas.
"Tetap semangat, mari kita support para ulama dengan sepenuh hati agar pada saat berkhidmat dapat memberikan yang terbaik bagi umat," kata dia.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan mengajak seluruh tokoh bangsa, lintas politik, ormas, dan lintas ormas keagamaan menyukseskan Halal Bi Halal Kebangsaan 2024.
Kegiatan tersebut akan digawangi oleh MUI selaku penyelenggara acara pada 7 Mei 2024.
"Acara kali ini mengangkat tema Memperkuat Solidaritas Umat untuk Kemajuan Bangsa. Hal ini terkait kemajuan bangsa harus diperkuat oleh berbagai komponen bangsa di antaranya adalah solidaritas," kata Buya Amirsyah dalam rilis yang diterima MUIDigital, Jumat (19/4/2024).
Menurutnya, solidaritas harus terbentuk pada diri setiap anak bangsa. Jika unsur ini tidak dipenuhi, maka akan mustahil menciptakan kemajuan.
Solidaritas yang terjalin juga secara tidak langsung akan menghasilkan kepercayaan sesama anak bangsa. Dari sini mula, akan timbul rasa tanggung jawab untuk memajukan bangsa dan negara.
"Memajukan bangsa menjadi tugas bersama. Tidak bisa dikerjakan oleh satu kelompok masyarakat atau pemerintah semata. Semuanya harus bersatu dan bersama-sama," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, MUI akan mengundang pengurus MUI Pusat dan daerah, tokoh agama, perwakilan ormas Islam, ormas dan majelis keagamaan. Diharapkan seluruh komponen dapat hadir menyemarakan kegiatan Halal Bi Halal.
Masih dalam semangat Syawal, kegiatan Halal Bi Halal bukan sekadar pertemuan antar lintas tokoh dan ormas. Lebih dari itu, pesan dan harapan yang dibawa dalam kegiatan ini berupaya untuk merajut persatuan dan kesatuan untuk memajukan Indonesia.
"Terima kasih, kami harapkan kehadiran dari para tokoh sekalian untuk menyukseskan acara Halal Bi Halal 2024 kali ini. Bersama kita rekatkan kembali solidaritas dan persatuan dalam semangat Syawal," kata dia. (Isyatami Aulia, ed: Nashih)