Kemenaker Apresiasi Kolaborasi Sanlat Pramuka, Bekali Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Azharun N
Editor
BEKASI, MUI Digital — Kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan bagi Pramuka Penegak dan Pandega se-Jabodetabek yang digelar selama dua hari mendapat apresiasi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Program ini dinilai sebagai bentuk kolaborasi strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja.
Mentri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Gerakan Pramuka, Majelis Ulama Indonesia, dan Kementerian Ketenagakerjaan.
Melalui kolaborasi ini, para peserta tidak hanya mendapatkan penguatan nilai keagamaan, tetapi juga pembinaan karakter dan bekal keterampilan menghadapi dunia kerja.
“Materi dalam pesantren kilat ini merupakan kombinasi penguatan keagamaan dari MUI, pembinaan kepramukaan dari Kwarnas Pramuka, serta pembekalan terkait ketenagakerjaan dari Kementerian Ketenagakerjaan,” ujarnya kepada MUI Digital usai acara Pesantren Kilat Ramadham, di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan kebutuhan industri saat ini yang menuntut generasi muda memiliki kesiapan dalam tiga aspek atau triple readiness.
Pertama adalah technical skill readiness, yaitu keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Kedua adalah soft skill atau human skill readiness, seperti kemampuan kepemimpinan, daya tahan (resilience), kemampuan beradaptasi (agility), hingga kemampuan memecahkan masalah.
Ketiga adalah market entry readiness, yaitu pemahaman tentang pasar kerja dan kesiapan memasuki dunia industri.
Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk membantu generasi muda memahami tantangan dunia kerja sekaligus mempersiapkan diri sejak dini.
“Anak-anak muda harus memiliki tiga kesiapan tersebut, tidak hanya keterampilan teknis tetapi juga kemampuan kepemimpinan dan pemahaman tentang pasar kerja,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa antusiasme peserta terhadap kegiatan Sanlat Ramadhan ini sangat tinggi. Karena itu, program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan ke depan.
“Insya Allah program seperti ini bisa kita lanjutkan. Tidak hanya di Bekasi, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong lembaga pendidikan untuk mengembangkan model kolaborasi serupa dalam membekali generasi muda dengan keterampilan yang dibutuhkan industri.
“Kolaborasi seperti ini sangat baik untuk mempersiapkan generasi muda agar siap memasuki pasar kerja, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga secara global,” katanya.
Kegiatan Sanlat Ramadhan ini diikuti oleh Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai wilayah di Jabodetabek dan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, keterampilan, serta kesiapan menghadapi dunia kerja di masa depan.