Lewati ke konten utama
Minggu, 20 September 2026 / 8 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
MTQ Nasional
Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Sabtu (19/9/2026) malam. Foto: istimewa
Berita

Kaltim Raih Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Jadi Tuan Rumah 2027

Kaltim Raih Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Jadi Tuan Rumah 2027

/ 8 Rabiul Akhir 1448 H 3 menit baca 228 dibaca

SEMARANG, MUI Digital—Kafilah Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. 

Kepastian tersebut didapat setelah kontingen Kaltim tampil mendominasi dan mengumpulkan poin tertinggi dalam ajang syiar keagamaan tingkat nasional yang resmi ditutup di Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (19/9/2026) malam.

Berdasarkan keputusan resmi Dewan Hakim yang dibacakan pada malam penutupan, Kaltim kokoh di posisi puncak dengan raihan total 288 poin. 

Raihan tersebut mengungguli kontingen tuan rumah Jawa Tengah yang harus puas berada di peringkat kedua dengan koleksi 208 poin, serta DKI Jakarta yang menempati urutan ketiga dengan perolehan 129 poin. 

Hasil manis ini memastikan piala bergilir MTQ Nasional kembali diboyong oleh kontingen Benua Etam.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang hadir secara langsung untuk menutup helatan akbar tersebut menyampaikan bahwa estafet kepemimpinan dan penyelenggaraan MTQ Nasional akan berlanjut ke Jakarta. 

DKI Jakarta telah resmi ditunjuk untuk menjadi tuan rumah bagi helatan MTQ Nasional XXXII yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 mendatang.

“Piala bergilir kembali ke Kalimantan Timur. Sampai jumpa di MTQ berikutnya di Jakarta,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangan yang diterima MUI Digital, Ahad, di Jakarta, (20/9/2026). 

Di balik sorak-sorai kemenangan, Menag memberikan pesan mendalam bahwa berakhirnya panggung musabaqah bukanlah garis akhir dari perjalanan syiar Islam.

Menurutnya, esensi utama dari panggung MTQ adalah bagaimana semangat dan nilai-nilai luhur Alquran dapat diresapi, dihayati, serta diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

“Malam ini musabaqah berakhir. Para juara telah ditetapkan dan mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Namun, tugas kita untuk membumikan Alquran justru dimulai setelah kemeriahan ini,” kata Menag.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menjabarkan empat arah strategis pengembangan MTQ di masa depan. 

Pertama, MTQ harus bertransformasi dari sekadar ajang perlombaan periodik menjadi sebuah ekosistem pembelajaran dan peradaban Alquran yang holistik serta berkelanjutan. 

Pembinaan para qari-qariah, hafiz-hafizah, mufasir, hingga kaligrafer dituntut untuk terus berjalan terencana bahkan setelah kompetisi usai.

Kedua, MTQ didorong untuk tampil semakin inklusif. Hal ini diwujudkan melalui perluasan cabang bagi penyandang disabilitas yang diimbangi dengan penyediaan fasilitas keagamaan, metode belajar, dan tenaga pengajar yang ramah disabilitas. 

Ketiga, generasi muda Qurani diimbau untuk tanggap terhadap perkembangan zaman dengan menguasai teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan (AI), tanpa sedikit pun melupakan integritas dan kompas moral.

Keempat, penyelenggaraan MTQ terbukti memberikan dampak positif bagi perekonomian rakyat. Berdasarkan data Pemprov Jawa Tengah dan BPS, perputaran ekonomi selama helatan MTQ XXXI diperkirakan menembus angka Rp1,2 triliun, yang menggerakkan sektor UMKM, kuliner, perhotelan, hingga transportasi lokal.

Malam penutupan yang berlangsung penuh khidmat ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kakanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab, serta jajaran pejabat Kementerian Agama dan pimpinan daerah dari seluruh Indonesia.

BAGIKAN: