Ingatkan Elite Negeri, Ketum PHDI Tekankan Nilai Panca Satya
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar silaturahim dengan majelis-majelis agama di Kantor MUI Pusat, Jakarta.
Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, menyatakan pentingnya pemimpin bangsa meneladani nilai-nilai luhur dalam ajaran Hindu, khususnya Panca Satya.
Dia menjelaskan bahwa satya berarti kebenaran, dan pemimpin harus berpegang pada nilai tersebut dalam menjalankan amanah rakyat.
Yang pertama adalah satya herdaya, artinya mendengarkan suara hati dan suara rakyat. Kedua, satya wacana, menjaga ucapan agar tidak melukai, tidak memfitnah, dan tidak berbohong.
Ketiga, satya semaya, yakni menepati janji, termasuk janji saat kampanye. Keempat, satya mitra, membangun persahabatan dan persaudaraan, saling menghormati, duduk sama rendah berdiri sama tinggi.
“Dan yang terakhir, satya laksana, lakukan yang terbaik kapanpun dan di manapun,” ujar Wisnu Bawa Tenaya kepada MUIDigital di Kantor MUI Pusat, Kamis (28/8/2025).
Wisnu menambahkan, nilai-nilai tersebut sejalan dengan Pancasila sebagai dasar negara. Menurutnya, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa adalah fondasi kehidupan berbangsa, yang melahirkan kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.
“Kita harus sadar bahwa hidup ini terbatas. Jangan sombong, karena kita berasal dari setitik air. Semua kembali kepada Tuhan. Oleh karena itu, pemimpin harus sadar, sabar, dan memberi teladan,” tegasnya.
Dalam silaturahim itu, dia juga mengingatkan perlunya menjaga etika moral, transparansi, dan kejujuran dalam kehidupan berbangsa. Wisnu menyoroti masih adanya kebocoran akibat praktik korupsi yang sangat merugikan masyarakat.
“Presiden tadi malam menyampaikan, betapa besar kebocoran akibat korupsi. Maka, pemimpin harus menjadi contoh. Kalau pemimpinnya baik, rakyatnya akan mengikuti. Do the best, lakukan yang terbaik,” katanya.
Pertemuan silaturahim lintas agama ini menjadi wadah penguatan kebersamaan antarumat beragama dalam menjaga persatuan Indonesia.
Para tokoh sepakat untuk terus menanamkan nilai moral, etika, dan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat demi bangsa yang beradab dan sejahtera.
Hadir dalam kegiatan silaturahim di antaranya, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Perwakilan Keuskupan Agung Jakarta Romo Antonius Suyadi Pr, dan Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty.
Selain itu, hadir juga Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Engkus Ruswana, Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Philip K Widjaja, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Xs Budi S. Tanuwibowo, serta Perwakilan dari Kepemimpinan Spritual Eko Sriyanto Galgendu. (Miftahul Jannah, ed: Nashih)