Di Atas Kapal Perang KRI SMR-594, Wasekjen MUI Ajak Jadikan Shalat Kunci Kesuksesan
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Dakwah KH Arif Fahruddin mengajak peserta Pesantren Kilat Ramadhan untuk menjadikan ibadah shalat sebagai kunci kesuksesan.
Hal ini disampaikannya dalam acara Pesantren Kilat Ramadhan yang digelar Tentara Nasional Indonesia Angakatan Laut (TNI AL) di dalam Kapal Perang KRI SMR –594.
Ulama yang akrab disapa Kiai Arif ini menjelaskan, ibadah shalat apabila dilaksanakan dengan penuh rasa cinta dan tawakal kepada Allah akan membuat seorang hamba menjadi orang yang sukses di dunia maupun akhirat.
Baca juga: Buka Pesantren Kilat Ramadhan di KRI SMR-594, Ini Harapan Kasal
Dia menegaskan, umat Islam wajib menunaikan ibadah shalat lima waktu dimana pun ketika sudah masuk waktu shalat tersebut. Dia menjelaskan, ada sejumlah hikmah dibalik ibadah shalat .
"Shalat
tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi
apapun selama umat Muslim masih hidup. Kita diajarkan Allah SWT pribadi tangguh
dan apapun halangannya, shalat harus
ditegakkan," ujarnya pada Rabu (11/3/2026) malam WIB.
Dia mengibaratkan shalat seperti smart watch tercanggih yang dapat menciptakan pribadi seorang hamba berdisiplin tinggi karena selalu melaksanakan shalat lima waktu.
Peserta Pesantren Kilat Ramadhan TNI AL melaksanakan shalat berjamaah. Foto: TNI AL
Selain itu, shalat diibaratkan sebagai password untuk meraih tiket masuk surga. Sebab, ibadah shalat adalah amal perbuatan yang pertama kali akan dihisab.
"Shalat bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar. Karena ketika shalat , sudah melepaskan urusan dunia, yang diingat hanya Allah SWT," lanjutnya.
Baca juga: Pesantren Kilat Ramadhan TNI Al Bersama MUI Diikuti Ratusan Peserta
Peserta Pesantren Kilat Ramadhan TNI AL melaksanakan shalat berjamaah. Foto: TNI AL
Dia menerangkan, ketika sujud dalam shalat , siapapun dia, mulai dari jenderal, presiden, kiai, maupun yang lainnya semuanya bersujud hanya kepada Allah SWT.
Menurutnya, ketika sujud menjadi bukti seorang hamba merendahkan diri serendah-rendahnya dihadapan Allah SWT. Dia menegaskan, shalat menjadi kesuksesan di dunia maupun akhirat.
"Kalau orang shalat , hatinya tidak gelisah dan hatinya merasa senang. Shalat pemancar yang langsung nyambung kepada Allah SWT. Barangsiapa menjaga shalat , akan menjadi petunjuk dan cahaya di akhirat kelak," sambungnya.