Lewati ke konten utama
Minggu, 2 Agustus 2026 / 18 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Dari Monas untuk Indonesia: Enam Tokoh Agama Panjatkan Doa Awali HUT ke-81 RI dengan Semangat Kebersamaan

3 menit baca 120 dibaca
Zikir 1
Zikir dan Doa Kebangsaan, yang menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam. Foto: Istimewa
Bagikan:

JAKARTA— Langit Jakarta pada Sabtu malam (1/8/2026) tampak berbeda. Di kawasan Monumen Nasional (Monas), lautan manusia memadati area yang menjadi saksi berbagai peristiwa penting bangsa. 

Lebih dari 100 ribu orang datang dari berbagai daerah, latar belakang, dan keyakinan untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan, sebuah ikhtiar spiritual yang menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Malam itu, suasana khidmat berpadu dengan rasa persaudaraan yang begitu terasa. Ribuan pasang tangan terangkat dalam doa, sementara lantunan zikir dan pujian kepada Allah SWT menggema di jantung ibu kota. 

Di tengah keramaian yang tertib dan penuh kekhusyukan itu, Indonesia seolah kembali diingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya hasil perjuangan fisik, tetapi juga buah dari persatuan dan kebersamaan seluruh anak bangsa.

Salah satu momen paling berkesan dalam acara tersebut adalah ketika enam tokoh agama tampil bergantian memimpin doa kebangsaan. 

Prosesi itu menjadi simbol kuat kerukunan antarumat beragama sekaligus ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dirasakan bangsa Indonesia selama lebih dari delapan dekade.

Doa lintas agama diawali oleh Pdt Jacklevyn Frits Manuputty yang mewakili umat Kristen Protestan. Dengan penuh kekhusyukan, ia mengajak seluruh peserta memohon keberkahan dan keselamatan bagi bangsa. Setelah itu, Romo Fransiskus Yance Sengga, S Fil, Lic Th memimpin doa bagi umat Katolik.

Suasana hening dan penuh penghayatan terus berlanjut ketika Pinandita Gede Pastika membacakan doa mewakili umat Hindu. Kemudian Bhikku Bhadranatha, Thera memimpin doa bagi umat Buddha, disusul Xs. Budi S. Tanuwibowo yang mewakili umat Konghucu.


Zikir dan Doa Kebangsaan, yang menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam. Foto: Istimewa 

Rangkaian doa kebangsaan tersebut ditutup oleh H Husni Ismail yang memimpin doa bagi umat Islam. Momen itu menjadi gambaran nyata bagaimana keberagaman yang dimiliki Indonesia dapat hadir dalam harmoni, saling menghormati, dan bersatu dalam harapan yang sama untuk masa depan bangsa.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan kekuatan Indonesia tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan kemajuan ekonomi, tetapi juga pada kekuatan spiritual serta keluhuran akhlak masyarakatnya.

“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” ujarnya.

Pesan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus dirawat, tidak hanya melalui pembangunan dan pengabdian, tetapi juga dengan memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan.

Selain doa lintas agama, acara pembuka HUT ke-81 RI juga diwarnai dengan pembacaan Khotmil Qur’an, lantunan ayat suci Alquran oleh juara MTQ Internasional Irak 2026, Muhammad Zian Fahrezi, serta Selawat Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. 

Rangkaian tersebut menghadirkan nuansa religius yang mendalam dan memperkuat semangat kebangsaan yang menjadi ruh kegiatan malam itu.


Zikir dan Doa Kebangsaan, yang menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam. Foto: Istimewa 

Sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, tokoh-tokoh lintas agama, serta masyarakat dari berbagai kalangan turut hadir memenuhi kawasan Monas hingga acara berakhir. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama: memanjatkan doa bagi Indonesia.

Dari pelataran Monas, doa-doa itu melangit membawa harapan agar Indonesia senantiasa diberi kedamaian, persatuan, dan keberkahan. 

Di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa, malam pembukaan HUT ke-81 RI tersebut menghadirkan pesan sederhana namun kuat: Indonesia akan tetap teguh berdiri ketika seluruh anak bangsanya memilih untuk bersatu, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga rumah besar bernama Indonesia.