Angkatan Bersenjata Iran Deklarasikan Kemenangan, Tegaskan Persatuan Rakyat
Dhea Oktaviana
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Setelah 40 hari menghadapi pertempuran melawan pasukan AS-Israel, angkatan bersenjata Iran mendeklarasikan kemenangan.
Deklarasi tersebut disampaikan melalui rilis bersama oleh Angkatan Bersenjata Iran dan Markas Besar Khatam al-Anbia pada Rabu (8/4/2026), dikutip dari Tasnim News Agency, Jumat (10/4/2026).
Berkat inisiatif yang taktis, militer Iran berhasil merebut kendali penuh atas peperangan. Keberhasilan tersebut diraih atas kerja sama yang baik dari militer iran, termasuk Angkatan Darat, kepolisian hingga Islamic Revolution Guards Corps (IRGC).
Serangan tersebut menyasar titik-titik vital lawan, dengan menargetkan lokasi-lokasi militer, keamanan, hingga sektor ekonomi yang bersifat kritis dan sensitif, pasukan Iran berhasil memberikan pukulan telak yang mempermalukan sekaligus merendahkan kewibawaan musuh yaitu Amerika dan Zionis di mata dunia.
Operasi ini menjadi pembuktian nyata bahwa Iran adalah kekuatan yang tangguh, Iran adalah sebuah bangsa yang mampu secara tegas menempatkan setiap lawan pada tempatnya, serta memaksa mereka untuk tunduk dan mundur dari medan laga.
Pihak militer Iran menegaskan kemenangan ini merupakan buah dari keteguhan, perlawanan, dan kesadaran rakyat yang hadir di medan pertempuran.
Perjuangan tanpa henti dari pasukan militer tersebut dinilai berhasil membendung agresi secara terang-terangan dan melanggar hukum yang dilancarkan oleh musuh (Amerika-Israel).
Kesiapan Iran dalam menghadapi konflik tersebut berakar dari pengalaman perang selama 12 hari pada Juni 2025.
Selain itu juga berbekal dari pengalaman perjuangan selama 47 serta didorong oleh ketidakpercayaan terhadap musuh.
Serangkaian tragedi tersebut menguatkan Iran untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi perang yang lebih besar.
Selain itu disusul oleh kegagalan konspirasi Amerika-Israel pada Januari 2026, yang dilanajutkan dengan agresi pada 28 Februari 2026 yang menargetkan pemimpin Iran hingga warga sipil.
Hal tersebut semakin mendorong militer Iran untuk segera melancarkan serangan cepat, gencar, dan berdampak besar terhadap para musuh.
Dalam pernyataannya, Iran mengatakan seiring dengan konflik yang terjadi kekuatan koalisi Amerika-Israel justru dilaporkan mengalami tekanan yang cukup berat dan semakin terdesak dalam situasi yang sulit.
Alih-alih mendapatkan keunggulan, pihak koalisi Amerika-Israel justru terus-menerus dihadapkan pada kejutan-kejutan baru dari taktik militer Israel yang tidak terduga.
Baca juga: Respons Antusiasme Publik, Kedubes Iran Buka Akses Donasi Resmi untuk Rekonstruksi dan Rehabilitasi
10 syarat
Di tengah konflik yang kian memanas, pemerintah Iran secara resmi mengajukan peta jalan baru. Pemerintah Iran mengajukan proposal perdamaian dengan 10 poin kunci yang dianggap mampu menjadi solusi dalam melerai konflik panas tersebut. Poin udulan Iran tersebut diantaranya :
1. AS harus berkomitmen, secara prinsip, untuk menjamin tidak adanya agresi
2. Iran tetap mengontrol Selat Hormuz
3. Hak Iran untuk memperkaya uranium harus diterima
4. Pencabutan semua sanksi primer
5. Pencabutan semua sanksi sekunder
6. Penghentian semua resolusi Dewan Keamanan PBB
7. Penghentian semua resolusi Dewan Gubernur IAEA
8. Pembayaran ganti rugi atas kerugian yang diderita Iran
9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut
10. Penghentian perang di semua front, termasuk melawan perlawanan Islam yang heroik di Lebanon.
Iran menganggap 10 poin yang diusulkan tersebut merupakan langkah strategis untuk melerai konflik panas dan mengembalikan stabilitas di kawasan tersebut. Perundingan rencananya akan digelar di Isalamabad, Pakistan.