Kepedulian Ekologis dalam Perspektif Hadis Nabi
Oleh: Mahir Mohamad Soleh, Lc
Anggota Komisi Dakwah MUI
Editor: Admin
Jakarta, MUI Digital — Ekologi yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keseimbangan, kelestarian, dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan alam.
Persoalan krisis lingkungan global telah
mencapai tingkat yang sangat meresahkan dalam beberapa dekade terakhir,
mengancam fondasi kehidupan manusia di seluruh penjuru bumi. Kerusakan
lingkungan ini bukanlah fenomena yang berdiri sendiri, melainkan hasil
akumulasi dari aktivitas manusia yang mengabaikan prinsip keseimbangan alam
demi keuntungan ekonomi jangka pendek.
Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin
menawarkan perspektif yang sangat kaya dan mendalam mengenai etika lingkungan.
Prinsip-prinsip teologis dalam Islam mengajarkan bahwa alam semesta diciptakan
oleh Allah SWT dengan kesempurnaan dan keteraturan yang luar biasa.
Namun, sering kali terdapat jarak antara doktrin agama yang luhur dengan realitas perilaku umat Islam di lapangan. Banyak individu yang memandang ibadah hanya terbatas pada dimensi ritual formal (‘ubudiyah) tanpa menyadari bahwa memelihara kelestarian alam adalah bagian integral dari penghambaan kepada Sang Pencipta.
Baca juga: Bencana Alam, Kerusakan Lingkungan, dan Pengertian Bala' dalam Alquran
Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW hadir
sebagai panduan implementatif yang menerjemahkan prinsip-prinsip Alquran ke
dalam aksi nyata. Melalui sabda dan keteladanan beliau, kita dapat menemukan
berbagai instruksi taktis mengenai penghijauan, penghematan air, kebersihan
lingkungan, hingga perlindungan hak-hak hewan.
Nabi Muhammad SAW melalui sabda dan
tindakannya telah menanamkan nilai-nilai implementatif yang sangat mendalam
mengenai pemeliharaan alam. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis di bawah
ini, pemeliharaan alam pada hakikatnya tidak hanya bersifat anjuran moral,
tetapi juga mengandung dimensi hukum dan pahala yang berkelanjutan bagi
pelakunya.
1. Perintah Penghijauan dan Reboisasi