Doa saat Berjumpa Malam Lailatul Qadar, Lengkap dengan Artinya
A Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Penulis
Hakim
Editor
Jakarta, MUI Digital — Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang diyakini umat Islam terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana isyarat yang disampaikan oleh Nabi SAW.
Malam yang penuh keberkahan ini disebut
dalam Alquran sebagai malam yang lebih baik dan lebih mulia daripada seribu
bulan, di mana doa dan amal ibadah dilipatgandakan pahalanya.
Artinya, amal ibadah yang dilakukan pada malam itu memiliki nilai pahala yang sangat besar, bahkan melebihi ibadah yang dilakukan selama puluhan tahun. Karenanya, kaum muslimin dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai bentuk ibadah.
Rasulullah SAW mendorong umatnya untuk
memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar, terutama memohon ampun kepada Allah
SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat hadis berikut:
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ
الْقَدْرِ، مَا أَدْعُو بِهِ؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ
تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu
‘anha, beliau mengatakan, ia pernah bertanya: Wahai Rasulullah, jika aku
kedapatan menjumpai Lailatul Qadar, bagaimana doa yang harus kubaca? Rasulullah
SAW lalu menjawab: Bacalah ‘Allahumma innaka ’afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa
fa’fu ‘anni.’” (HR at-Tirmizi)
Hadis ini menunjukkan bahwa memohon ampun
kepada Allah merupakan salah satu amalan utama pada malam Lailatul Qadar. Para
ulama juga menjelaskan bahwa memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar
memiliki kedudukan yang sangat istimewa.