Bidang Halal MUI Sumut Perkuat Sinergi dengan Pemko Tanjungbalai Sukseskan Wajib Halal Oktober 2026
Tanjungbalai, muisumut.or.id., Kamis 13 Agustus 2026 — Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara terus memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat serta pemerintah daerah dalam rangka menyosialisasikan dan menyukseskan pelaksanaan Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi Bidang Halal MUI Sumut kepada Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadli Abdina, S.P., M.Si., Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan diisi dengan dialog mengenai penguatan ekosistem halal di Kota Tanjungbalai.
Ketua Bidang Halal MUI Sumatera Utara, Prof. Basyaruddin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Wali Kota Tanjungbalai yang telah menerima rombongan Bidang Halal MUI Sumut di sela-sela aktivitas kerjanya.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Basyaruddin menjelaskan sejumlah program Bidang Halal MUI Sumut, khususnya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya produk halal sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memenuhi kewajiban sertifikasi halal.
Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen MUI Sumut untuk membangun kesadaran masyarakat agar menjadikan prinsip halalan thayyiban sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Halal bukan hanya persoalan boleh atau tidak boleh dikonsumsi, tetapi juga berkaitan dengan keberkahan, kemaslahatan, kesehatan, serta tanggung jawab kita sebagai umat Islam,” ujar Prof. Basyaruddin.
Ia menegaskan, sosialisasi halal memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam, antara lain sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 168 yang memerintahkan manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Di sisi regulasi, kewajiban jaminan produk halal juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal beserta regulasi pelaksanaannya.
Karena itu, Bidang Halal MUI Sumut terus mendorong berbagai bentuk kolaborasi, baik melalui tulisan, artikel, edukasi maupun program sosialisasi bersama dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, lembaga keagamaan, badan/instansi terkait, serta MUI kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
“Semangat kami adalah kemandirian, ibadah dan berwakaf ilmu. Karena itu, kami terus mendorong Komisi Halal untuk bergerak melakukan edukasi dan sosialisasi, termasuk menghadapi pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026,” jelasnya.
Pemko Tanjungbalai Sambut Baik Program Halal
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadli Abdina menyambut baik silaturahmi dan program yang disampaikan Bidang Halal MUI Sumut.
Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Asisten II dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemko Tanjungbalai. Wakil Wali Kota memaparkan sejumlah program pemerintah kota, antara lain penataan kota, penanganan banjir, serta pengembangan kawasan dan kuliner yang bersih, sehat, dan berpotensi dikembangkan sebagai kawasan kuliner halal berbasis digital.
Ia juga menyampaikan pentingnya edukasi kepada pelaku UMKM, termasuk mengenai juru sembelih halal (Juleha) serta penguatan sinergi dengan berbagai pihak. Pemko Tanjungbalai, kata dia, juga terus membangun kolaborasi dengan Bank Indonesia dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Respons positif tersebut menunjukkan adanya peluang besar untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah dan MUI dalam mengembangkan ekosistem halal di Kota Tanjungbalai.
Wakil Wali Kota juga menyatakan bahwa Pemko Tanjungbalai siap melibatkan MUI Sumatera Utara dalam berbagai kegiatan dan implementasi program yang berkaitan dengan penguatan sektor halal.
Dorong Tanjungbalai Menjadi Kota Halal
Pada akhir pertemuan, Ketua Komisi Halal MUI Sumut, Dr. Hayatsyah, yang merupakan putra daerah Tanjungbalai, menyampaikan bahwa pihaknya akan melaksanakan sosialisasi WHO 2026 di Kementerian Agama Kota Tanjungbalai.
Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilakukan di Kementerian Agama Kota Medan dan Kota Binjai.
Dr. Hayatsyah optimistis sinergi antara MUI dan Pemerintah Kota Tanjungbalai dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan Tanjungbalai sebagai salah satu kota yang memiliki ekosistem halal yang kuat.
“Semoga Kota Tanjungbalai semakin maju dan dapat berkembang menjadi Kota Halal. Dengan sinergi pemerintah, MUI, pelaku usaha, dan masyarakat, insyaallah cita-cita tersebut dapat diwujudkan,” ungkapnya.
Silaturahmi tersebut turut dihadiri Prof. Nawir Yuslem selaku Sekretaris Bidang Halal MUI Sumut, Prof. Didik, Dr. Torang, serta Dr. Hayatsyah dari Komisi Halal MUI Sumut.
Pertemuan ditutup dengan penyampaian pantun oleh Dr. Hayatsyah yang menambah suasana keakraban. Sebelum meninggalkan ruangan, rombongan Bidang Halal MUI Sumut bersama Wakil Wali Kota Tanjungbalai dan jajaran melakukan foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus simbol komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun kesadaran dan ekosistem halal di Kota Tanjungbalai.