Mengupas Esensi Cinta dan Takwa di Balik Qurban
Rizkayadi Sjukri
Penulis
Chamdar Nur, Lc,.SH,. S.Pd. I,.M. Pd. (Anggota MUI Sul-Sel Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional)
Makassar,muisulsel.or.id – Berkurban di Hari Raya Idul Adha bukan sekadar rutinitas tahunan atau ritual keagamaan tanpa makna. Lebih dari itu, ibadah qurban menyimpan banyak pelajaran hidup yang luar biasa, salah satunya adalah dampak sosialnya yang sangat luas bagi masyarakat.
Untuk menyegarkan ingatan kita, mari kita tengok kembali kisah agung Nabi Ibrahim alaihi salam saat menerima perintah untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail alaihi salam. Dari momen bersejarah inilah, kita bisa membedah makna dan hikmah mendalam di balik ibadah qurban.

Setelah menerima wahyu lewat mimpi, Nabiullah Ibrahim alaihi salam tidak langsung mengeksusi perintah tersebut secara sepihak. Beliau justru mengajak putranya berdialog dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.
Momen ini diabadikan oleh Allah ta’ala dalam Al-Qur’an
قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
“Dia (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!’ Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. (QS. As-Saffat: 102).
Sehingga dari dialog ini, kita belajar tentang ketundukan mutlak kepada perintah Allah ta’ala. Figur Nabi Ismail alaihi salam juga menjadi contoh ideal tentang bagaimana seorang hamba menyerahkan segala urusan dan takdirnya sepenuhnya kepada sang Pencipta.
Ibadah qurban memiliki keutamaan yang sangat besar. Namun, satu hal yang wajib tertanam di hati kita bahwa tujuan utama berqurban bukanlah untuk pamer atau sekadar berbagi daging, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah demi meraih predikat bertakwa.
Allah ta’ala menegaskan hal ini dalam firmanNya
لَنْ يَّنَالُ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan darimulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untukmu supaya kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj: 37)
Adapun hikmah agung dari Ibadah Qurban adalah;
1. Menyadari arti kesabaran dan keikhlasan, bisa kita bayangkan betapa beratnya perasaan seorang ayah yang harus menyembelih anak kandungnya sendiri, anak yang begitu dicintai dan dinanti-nantikan kehadirannya sekian tahun lamanya. Namun, ternyata Nabiullah Ibrahim alaihi salam memilih untuk bersabar dan patuh.
Begitu pula dengan Nabi Ismail alaihi salam, ia sedikit pun tidak ragu karena tahu itu adalah perintah Allah. Maka bagi kita, khususnya generasi muda, kisah ini mengajarkan untuk selalu sabar dalam berbakti, tulus ikhlas, dan patuh kepada orang tua selama hal tersebut tidak melanggar aturan Allah ta’ala.

2. Menyadari betapa pentingnya berbagi kebahagiaan dan dampaknya bagi sesama terkhusus di sekitar kita, bahkan hingga ke pelosok daerah, karena masih banyak saudara-saudara kita yang jarang sekali bisa menikmati hidangan daging karena keterbatasan ekonomi.
Sehingga momentum Idul Adha inilah yang tepat untuk mengasah kepedulian sosial kita. Dengan berqurban, kita menciptakan dampak sosial yang nyata, memicu rasa saling menyayangi, mempererat tali persaudaraan, dan mengukir senyum di wajah mereka yang membutuhkan.
3. Menyadari bahwa inilah di antara wujud syukur kita kepada Allah ta’ala atas segala nikmat dan karuniaNya, karena dengan ibadah qurban inilah salah satu cara paling indah untuk mengekspresikan rasa terima kasih kita kepada Allah ta’ala. Selain itu, ibadah ini menjadi energi positif bagi kita untuk terus konsisten beribadah dan meningkatkan level ketakwaan.
Oleh karena itu, dengan melalui esensi dan hikmah qurban ini, kita menjadi tahu bahwa qurban adalah momen emas untuk menebar kebaikan yang berdampak luas bagi masyarakat umat dan bangsa.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقُرْبَانَنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ.
“Ya Allah, terimalah shalat kami, puasa kami, dan qurban kami, dan berkahilah kami atas segala rezeki yang telah Engkau karuniakan kepada kami dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertakwa.”
*Irfan Suba Raya*