Lewati ke konten utama
Kamis, 8 Oktober 2026 / 26 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
BPIH MUI Jatim dan UIN KHAS Jember Gelar International Guest Lecture, Bahas Pentingnya Konsumsi Halal Thayyib
Jawa Timur

BPIH MUI Jatim dan UIN KHAS Jember Gelar International Guest Lecture, Bahas Pentingnya Konsumsi Halal Thayyib

BPIH MUI Jatim dan UIN KHAS Jember Gelar International Guest Lecture, Bahas Pentingnya Konsumsi Halal Thayyib

/ 25 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca
JEMBER, MUI Jatim – Badan Pengembangan Industri Halal (BPIH) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember dalam menyelenggarakan acara edukasi halal. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk International Guest Lecture dengan mengusung tema The Importance of Halal Thayyib, Ethical and Local Consumer Behavior.
Acara berskala internasional yang diselenggarakan pada (5/10/2026) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai perilaku konsumen lokal yang beretika, serta pentingnya kesadaran dalam mengonsumsi produk yang tidak hanya halal, tetapi juga thayyib atau baik.
Kegiatan edukasi ini menghadirkan pakar dan akademisi terkemuka. Terdapat dua tokoh yang didaulat sebagai pembicara utama, yaitu Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Mashudi, M.Pd., dan Ketua BPIH MUI Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Mohammad Fathorrazi, M.Si.
Untuk memperkaya wawasan global terkait ekonomi halal, forum ini juga menghadirkan narasumber dari mancanegara, yakni Firmansyah Shidiq Wardhana, BBA, MBA. Firmansyah merupakan seorang peneliti pada bidang Keuangan Islam, Keuangan Iklim, dan Ekonomi Halal dari INCEIF University, Malaysia.
Dalam pemaparannya, Ketua BPIH MUI Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Mohammad Fathorrazi, M.Si., menekankan bahwa konsep halal dan thayyib merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Konsep halal thayyib menuntut kita untuk tidak hanya memastikan kehalalan suatu produk dari sisi syariat, tetapi juga memastikan kebaikannya bagi kesehatan tubuh dan kelestarian lingkungan. Perilaku konsumen yang beretika serta senantiasa mendukung produk lokal adalah bagian dari ikhtiar kita bersama dalam membangun ekosistem industri halal yang kuat dan berkelanjutan, baik di Jawa Timur maupun di tingkat nasional,” ujar Dr. H. Mohammad Fathorrazi.
Kehadiran perwakilan MUI Jatim dalam forum ini menjadi wujud komitmen MUI Jawa Timur dalam mengawal dan mendukung pengembangan ekosistem industri halal. Melalui forum edukasi ini, masyarakat dan kalangan akademisi diajak untuk memahami bahwa kehalalan suatu produk juga harus memenuhi aspek kelayakan dan etika konsumsi terhadap lingkungan sekitar.
Kolaborasi strategis lintas institusi antara MUI Jawa Timur, UIN KHAS Jember, Kementerian Agama, dan praktisi dari INCEIF University Malaysia ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Edukasi halal melalui pendekatan akademis bertaraf internasional ini diyakini dapat memperkuat literasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gaya hidup halal yang sejalan dengan tuntunan syariat Islam dan perkembangan etika global.
BAGIKAN: