Lewati ke konten utama
Kamis, 17 September 2026 / 5 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Makkah Sempat Siaga, Drone Dicegat di Sekitar Kota Suci, Ka’bah Tetap Aman
Sumatera Selatan

Makkah Sempat Siaga, Drone Dicegat di Sekitar Kota Suci, Ka’bah Tetap Aman

Makkah Sempat Siaga, Drone Dicegat di Sekitar Kota Suci, Ka’bah Tetap Aman

/ 5 Rabiul Akhir 1448 H 4 menit baca

Makkah Sempat Siaga, Drone Dicegat di Sekitar Kota Suci, Ka’bah Tetap Aman

 

MAKKAH — Suasana keamanan di sekitar kota suci Makkah sempat meningkat setelah Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone di sebelah selatan kota, Selasa malam, 15 September 2026. Peristiwa ini menjadi perhatian luas dunia Islam karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Juru bicara Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menyatakan drone tersebut dicegat sekitar pukul 18.50 waktu setempat, sebelum memasuki wilayah udara terlarang Makkah. Puing-puing drone kemudian dilaporkan jatuh di wilayah selatan kota.

Menurut otoritas Saudi, drone tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi Yaman dan bergerak menuju wilayah Makkah. Karena itu, sistem pertahanan udara Saudi langsung mengambil tindakan untuk menghancurkannya.

Namun, fakta penting yang perlu ditegaskan adalah tidak ada laporan bahwa Ka’bah atau Masjidil Haram terkena serangan. Drone tersebut, menurut keterangan Saudi, berhasil dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang kota suci.

Situasi tersebut sempat membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Peringatan keamanan juga diberlakukan di sejumlah kawasan, sementara otoritas Saudi memastikan langkah-langkah pengamanan terus dilakukan untuk melindungi masyarakat dan jamaah.

Bagi umat Islam, kabar mengenai ancaman keamanan di Makkah tentu memiliki makna yang sangat sensitif. Makkah bukan sekadar sebuah kota, melainkan Tanah Haram, tempat Ka’bah menjadi kiblat umat Islam seluruh dunia dan Masjidil Haram menjadi pusat ibadah haji dan umrah.

Allah SWT berfirman:

“Dan barang siapa memasuki Masjidil Haram, dia aman.” QS. Ali ‘Imran (3):97

Allah juga berfirman:

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka’bah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman.”QS. Al-Baqarah (2):125

Ayat tersebut menunjukkan betapa besar kedudukan keamanan Tanah Haram dalam ajaran Islam. Karena itu, umat Islam tentu berharap Makkah senantiasa menjadi tempat yang aman, tenteram dan jauh dari konflik bersenjata.

Houthi Membantah

Di tengah laporan Saudi tersebut, pihak Houthi memberikan bantahan. Tokoh senior kelompok tersebut, Hezam Al-Asad, menolak tuduhan bahwa mereka menargetkan Makkah atau tempat-tempat suci umat Islam.

Pihak Houthi menyatakan bahwa mereka tidak mengarahkan operasi militernya kepada kota suci maupun tempat ibadah. Dengan demikian, terdapat perbedaan keterangan antara Arab Saudi dan Houthi mengenai asal serta tujuan drone yang dicegat tersebut.

Karena itu, informasi mengenai peristiwa ini perlu disampaikan secara hati-hati. Istilah **“Ka’bah diserang”** tidak sesuai dengan fakta yang tersedia. Yang dilaporkan adalah sebuah drone dicegat di selatan Makkah, sementara pihak Houthi membantah bahwa Makkah menjadi sasaran.

Ketegangan tersebut terjadi setelah Saudi juga melaporkan serangkaian serangan rudal dan drone di beberapa wilayahnya, termasuk kawasan Khamis Mushait, Abha dan Taif. Situasi ini menunjukkan bahwa konflik Saudi-Houthi masih memiliki dampak keamanan yang luas di kawasan.

Peristiwa terbaru tersebut mengingatkan umat Islam pada insiden 2017 ketika Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat rudal balistik yang disebut mengarah ke Makkah. Ketika itu, Saudi menyatakan rudal berhasil dihancurkan di wilayah Taif tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.

Makkah sendiri tetap menjadi pusat spiritual umat Islam. Setiap hari, jamaah dari berbagai negara memenuhi Masjidil Haram untuk melaksanakan shalat, tawaf, membaca Al-Qur’an dan berdoa di hadapan Ka’bah.

Rasulullah ﷺ juga menjelaskan kemuliaan Makkah sebagai Tanah Haram. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ menerangkan bahwa Allah telah menjadikan Makkah sebagai tanah haram sejak penciptaan langit dan bumi dan kehormatannya tetap berlaku.

Karena itu, di tengah ketegangan politik dan militer kawasan, harapan umat Islam tetap sama: Makkah harus aman, jamaah harus terlindungi, dan Masjidil Haram tetap menjadi tempat ibadah yang menghadirkan ketenangan bagi seluruh umat.

Sampai perkembangan terbaru, tidak ada laporan bahwa Ka’bah atau Masjidil Haram terkena serangan. Yang terjadi adalah pencegatan drone di sekitar wilayah Makkah menurut otoritas Saudi, sementara Houthi membantah menargetkan kota suci tersebut.

Umat Islam pun terus memanjatkan doa agar Allah SWT menjaga Makkah dan Madinah, melindungi Ka’bah, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta memberikan keselamatan kepada seluruh jamaah yang sedang beribadah di Tanah Suci.

Editor: Bang Bangun Lubis

 

slot gacorhttps://kencang77-on.com/https://kencang77.net/
BAGIKAN: