Lewati ke konten utama
Senin, 29 Juni 2026 / 13 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Tuntunan Ibadah

Puasa Senin-Kamis, Simak Tuntunan Lengkapnya Berikut

3 menit baca 5.137 dibaca
Tuntunan Lengkap Puasa Senin Kamis
Foto: Pinterest
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital — Sebagaimana diketahui, puasa Senin-Kamis merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan pada riwayat hadis Nabi SAW, beliau bersabda:

تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang apabila amalku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR Tirmidzi)

Selain berdasarkan anjuran sunnah Nabi SAW, sebenarnya berpuasa juga merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat bagi tubuh dan berdampak positif secara medis.

Baca juga: Ini 5 Keutamaan Puasa Senin-Kamis

Sebagaimana penjelasan yang dikutip dari halodoc.com, manfaat berpuasa di antaranya mencakup detoksifikasi alami, penurunan berat badan, penurunan risiko penyakit kardiovaskular, peningkatan fungsi otak, serta penguatan kesehatan mental dan spiritual.

Selaras dengan konteks ini, Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahwa aktivitas berpuasa dapat menyehatkan diri kita. Tentu kesehatan di sini bisa mencakup, kesehatan fisik, mental, dan spiritual.

Nabi SAW bersabda:

وَصُومُوا تَصِحُّوا

Artinya: “Berpuasalah kalian, maka kalian akan sehat.” (HR Thabrani)

Oleh karena itu, sangat tepat bagi kita untuk bersemangat dalam mengamalkan puasa sunnah Senin-Kamis tersebut.

Baca juga: Hukum Menyikat Gigi saat Berpuasa

Berikut tuntunan puasa Senin dan Kamis yang bisa dijadikan panduan dalam mengamalkannya:

1. Waktu puasa Senin dan Kamis

Pelaksanaan puasa Senin-Kamis sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Selama waktu tersebut, orang yang berpuasa wajib menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan perbuatan lain yang membatalkan.

Puasa ini dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun selama tidak bertepatan dengan hari-hari yang diharamkan berpuasa, seperti: Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, hari-hari tasyriq yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, paruh kedua bulan Sya’ban, serta hari yang diragukan atau syak (tanggal 30 Sya’ban).

2. Lafaz niat puasa Senin-Kamis

Sebagaimana puasa sunnah lainnya, niat puasa Senin-Kamis hendaknya dilakukan pada malam hari, yaitu sejak terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar. Namun, bisa juga berniat puasa di pagi hari Senin dan Kamis ketika sejak terbit fajar memang belum makan dan minum sama sekali.

Adapun bacaan niat lengkap dengan artinya adalah sebagaimana berikut:

Niat puasa Senin

  نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillāhi Ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.” 

Niat puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma yaumil khamisi sunnatan lillāhi Ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.” 

Baca juga: Membiasakan Puasa Sunnah, Kiat Menghidupkan Ramadhan di 11 Bulan Mendatang

Demikianlah tuntunan puasa Senin-Kamis yang bisa dijadikan panduan. Puasa di kedua hari tersebut merupakan amalan sunnah yang ringan dikerjakan namun besar keutamaannya.

Selain menjadi kebiasaan Rasulullah SAW, ibadah tersebut juga dilakukan pada hari-hari mulia ketika amal diperlihatkan dan pintu surga dibuka.

Dengan memahami keterangan ini, maka seyogyanya umat Islam semakin giat menghidupkan kesunnahan ibadah puasa ini dalam kehidupan sehari-hari.