Temuan Pantauan MUI: Nihil Eksploitasi Anak tapi Masih Ada Kekerasan Verbal
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Ketua Tim Pemantauan Siaran Ramadhan 1447 H MUI, Dr Rida Hesti Ratnasari, mengungkapkan tidak ada siaran yang mengeksploitasi anak dalam tayangan 10 hari pertama Ramadhan di stasiun televisi.
"Di 10 hari pertama ini tidak ada lagi satu pun di seluruh program siaran tidak ada lagi eksploitasi anak untuk ditampilkan pada waktu yang tidak tepat, pada situasi dan kondisi yang tidak tepat sudah tidak terjadi lagi," kata Rida dalam acara Ekpose Publik Hasil Pemantauan Siaran Ramadhan 1447 H di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Rida mengungkapkan, dalam siaran Ramadhan 2025 terdapat anak-anak yang dibawa ke studio di tengah malam ketika sahur.
Hal itu terjadi dalam program reality show yang membuat anak-anak tetap hadir dalam kondisi yang masih mengantuk.
"Kemudiaan anak kecil ini ketakutan melihat dandanan talent yang lain. Nah itu kan menimbulkan luka pengasuhan, luka pengalaman pada anak-anak," kata Rida.
Rida mengungkapkan, 10 hari pemantauan siaran Ramadhan MUI yang dilakukan terhadap 16 stasiun televisi dengan melibatkan 32 pemantau tidak menemukan lagi eksploitasi anak yang ditampilkan.
Namun, kata dia, memang tadi yang masih ada adalah kekerasan verbal maupun lainnya yang menjadi temuan di beberapa program siaran.
"Dalam lima tahun terakhir ini, pantauan 10 hari pertama tahun ini semua lembaga penyiaran mempunyai program yang patut diapresiasi," tegas Rida.
Baca juga: Temuan Pantauan Ramadhan MUI 10 Hari Pertama: Indikasi Pelanggaran Program Trans TV dan Trans7
Rida menerangkan, temuan positif selama lima tahun terakhir berdasarkan pantauan 10 hari pertama Ramadhan ini dinilai berdasarkan sejumlah indikator secara kualitatif maupun kuantitatif.
"Di antaranya adalah penurunan dengan signifikan jumlau dan kualitas kekerasan fisik yang ada pada program siaran Ramadhan," ungkapnya.
Rida mengungkapkan, di awal Ramadhan sempat ada yang melakukan pelanggaran, namun langsung meminta maaf.
Menurut Rida, kejadian tersebut menunjukkan adanya kesadaran dari para talent untuk berhati-hati dalam program siarannya.
Sementara itu, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh menekankan perlunya perbaikan berkelanjutan dalam siaran program Ramadhan.
Baca juga: Tren Siaran TV Ramadhan 1447 Semakin Bernilai Positif, Ketua MUI Apresiasi Lembaga Penyiaran
Ulama yang akrab disapa Kiai Niam ini merasa bersyukur adanya trend perbaikan dalam hasil pemantauan 10 hari pertama siaran Ramadhan 1447 H yang dilakukan MUI bersama KPI.
Kiai Ni'am mengatakan, tidak ada orang yang sempurna, hanya saja ada orang yang menuju kesempurnaan.
Kiai Ni'am menjelaskan, orang yang menuju kesempurnaan tersebut merupakan orang yang beruntung karena memiliki komitmen perbaikan untuk bisa lebih baik dibandingkan hari kemarin.
"Ini trennya lebih baik. Kita meneguhkan mukmin terbaik. Mukmin tidak terjerumus lubang yang sama dua kali. Kita memiliki kemungkinan salah, termasuk produser," kata Kiai Ni’am.