Lewati ke konten utama
Jumat, 28 Agustus 2026 / 15 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Sempat Minta ke Gus Yahya, Prabowo Siap Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU Jika Diberi KTA

3 menit baca 441 dibaca
Prabowo Muktamar 1
Presiden RI Prabowo Subianto, saat memberikan sambutan Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Biro Pers
Bagikan:

Jombang, MUI Digital--Momen menarik dan penuh kehangatan saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). 

Di hadapan ribuan peserta Muktamar dan para ulama, Presiden Prabowo secara terbuka menagih Kartu Tanda Anggota (KTA) NU kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya sudah sejak lama menyampaikan keinginan untuk memiliki KTA NU secara resmi, namun hingga saat penutupan Muktamar dimulai, kartu tersebut belum juga ia terima.

​"Hanya Gus Yahya, aku dari dulu minta kartu NU, jadi masih utang sama saya ya. Kalau bisa sebelum penutupan Muktamar," kelakar Presiden Prabowo yang disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari para muktamirin yang memenuhi arena pembukaan.

Baca juga: Momen Prabowo Bersimpuh Sungkem Kiai Nurul Huda Ploso Disaksikan Para Ulama Senior NU

Presiden menegaskan kesiapannya untuk kembali hadir langsung pada acara Penutupan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus mendatang, dengan syarat KTA NU milik dirinya sudah siap diserahkan.

​"Kalau penutupan tanggal 31, bener, kalau ada kartu anggota aku hadir lagi tanggal 31," tambah Presiden Prabowo yang kembali memancing senyum hangat para kiai dan tamu undangan.

Baca juga: Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Cetuskan 'Jas Ijo': Jangan Sekali-kali Melupakan Jasa Ulama

Kelakar tersebut sekaligus menegaskan kedekatan emosional dan hubungan harmonis antara Presiden Prabowo dengan jajaran pengurus PBNU serta warga nahdliyin. Dalam kesempatan itu, Presiden kembali menegaskan bahwa NU dan Muhammadiyah merupakan dua aset bangsa yang sangat besar dan menjadi pilar penopang keutuhan NKRI. 

Menurutnya, keberadaan kedua organisasi tersebut terbukti konsisten menjaga stabilitas keamanan serta mengawal arah pembangunan nasional di berbagai sektor.

Muktamar ke-35 NU dibuka secara langsung oleh Presiden RI Prabowo  Subianto didampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). 

Berdasarkan pantauan MUI Digital di lokasi, sejumlah tokoh penting hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Di antaranya adalah Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis, dan Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh.

Turut hadir pula jajaran menteri dan pejabat negara, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Muhaimin Iskandar, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Haji dan Umrah KH Mochammad Irfan Yusuf, dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrahman. 

Kemudiaan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu'ti, Menkomdigi Meutya Hafid, Mensesneg Prasetyo Hady, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid.