Lewati ke konten utama
Jumat, 28 Agustus 2026 / 15 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Momen Prabowo Bersimpuh Sungkem Kiai Nurul Huda Ploso Disaksikan Para Ulama Senior NU

3 menit baca 900 dibaca
Prabowo sungkem
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan gestur penghormatan yang mendalam saat menghampiri dan duduk bersungkem di hadapan pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, KH Nurul Huda Djazuli. Foto: Biro Pers
Bagikan:

Jombang, MUI Digital— Momen hangat dan penuh khidmat mewarnai Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). 

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan gestur penghormatan yang mendalam saat menghampiri dan duduk bersungkem di hadapan pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, KH Nurul Huda Djazuli.

Tiba di lokasi acara sekitar pukul 15.27 WIB dengan mengenakan baju koko putih dan peci hitam, Presiden Prabowo menyalami jajaran tamu kehormatan di barisan depan.

Saat melintas di depan KH Nurul Huda Djazuli yang duduk di kursi roda, Presiden Prabowo tanpa ragu merendahkan badannya untuk duduk bersungkem. Momen tersebut berlanjut dengan genggaman tangan yang erat, pelukan hangat, serta perbincangan singkat antara keduanya.

Baca juga: Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Cetuskan 'Jas Ijo': Jangan Sekali-kali Melupakan Jasa Ulama

Sikap rendah hati yang ditunjukkan Presiden Prabowo ini menjadi simbol kuat sinergi dan bentuk penghormatan tertinggi umara (pemerintah) terhadap peran ulama sepuh di Indonesia. 

Penghormatan tersebut sejalan dengan pesan utama yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato pembukaannya, di mana dia mencetuskan istilah "Jas Ijo" atau Jangan sekali-kali melupakan jasa ulama.

"Kalau Bung Karno mengatakan Jas Merah, saya ingin menyampaikan Jas Ijo: Jangan sekali-kali melupakan jasa ulama," kata Prabowo di hadapan ribuan peserta Muktamar dan para tokoh nasional.

Presiden menambahkan bahwa perjuangan bangsa tidak lepas dari keringat dan doa para ulama serta kiai, mulai dari tingkat pesantren besar hingga kiai kampung yang terus menjaga moral dan kerukunan masyarakat di pelosok negeri. Gestur sungkem kepada Kiai Nurul Huda pun menjadi bukti nyata dari komitmen "Jas Ijo" yang dia gaungkan.

Baca juga: Teladani Muassis, 250 Peziarah Asal NTB Ziarahi Makam Kiai Wahab Hasbullah di Muktamar ke-35 NU

Muktamar ke-35 NU dibuka secara langsung oleh Presiden RI Prabowo  Subianto didampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). 

Berdasarkan pantauan MUI Digital di lokasi, sejumlah tokoh penting hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Di antaranya adalah Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis, dan Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh, dan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan. 

Turut hadir pula jajaran menteri dan pejabat negara, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Muhaimin Iskandar, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Haji dan Umrah KH Mochammad Irfan Yusuf, dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrahman. 

Baca juga: Komisi VIII DPR RI Apresiasi Kesiapan Pesantren Bahrul Ulum Jombang Sambut Muktamar ke-35 NU

Kemudian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu'ti, Menkomdigi Meutya Hafid, Mensesneg Prasetyo Hady, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid.