Lewati ke konten utama
Senin, 14 September 2026 / 2 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Siratha
Grand Launching Shiratha yang dirangkaikan dengan Shiratha Launching & Charity Fun di Jakarta, Ahad (13/9/2026). Foto: Junaidi/ MUI Digital
Berita

Sekjen MUI Dorong Penguatan Wakaf Produktif dan Wisata Halal untuk Bangkitkan UMKM

Sekjen MUI Dorong Penguatan Wakaf Produktif dan Wisata Halal untuk Bangkitkan UMKM

/ 1 Rabiul Akhir 1448 H 3 menit baca 460 dibaca

JAKARTA, MUI Digital — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, mengapresiasi penyelenggaraan Grand Launching Shiratha yang dirangkaikan dengan Shiratha Launching & Charity Fun Run sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi umat, khususnya di tengah kondisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Buya Amirsyah, kondisi tersebut perlu dijawab dengan penguatan ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan peluang dan kemandirian masyarakat. 

Dia mencontohkan pengalaman Singapura di bawah kepemimpinan Perdana Menteri pertamanya, Lee Kuan Yew, yang membangun negaranya dari kondisi keterpurukan hingga menjadi salah satu negara dengan perekonomian yang kuat.

“Di tengah kelesuan UMKM kita harus bisa tumbuh. Kita bisa belajar dari pengalaman tokoh dunia seperti Lee Kuan Yew yang mampu membangun Singapura dari keterpurukan,” ujar Buya Amirsyah di sela-sela Grand Launching Shiratha yang dirangkaikan dengan Shiratha Launching & Charity Fun Run, di Jakarta, Ahad (13/9/2026).  

Buya Amirsyah menyebut setidaknya terdapat dua program yang perlu diperkuat untuk membangun ekosistem ekonomi umat.

Pertama, penguatan ekosistem wakaf melalui Lembaga Wakaf (LW) MUI, terutama dengan mendorong wakaf agar tidak hanya dipahami sebagai aset yang bersifat konsumtif, tetapi juga dapat dikembangkan secara produktif.

Kedua, pengembangan wisata yang ramah lingkungan dan memiliki nilai keberlanjutan. Konsep tersebut menurutnya dapat dikembangkan melalui semboyan 2W+1H, yakni wakaf produktif dan wisata halal yang didukung dengan prinsip keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini merupakan ekosistem yang dapat memperkuat sistem jaminan produk halal, apalagi pada Oktober 2026 nanti kewajiban halal mulai menjadi perhatian penting. Kita dorong dengan semboyan WHO, Wajib Halal Oktober 2026,” kata dia menjelaskan.

Dia menilai penguatan wakaf produktif, wisata halal, dan sistem jaminan produk halal dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang saling mendukung. 

Ekosistem tersebut, kata dia, diharapkan mampu membuka ruang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang sekaligus memperkuat daya saing produk halal Indonesia.

Sementara itu, Grand Launching Shiratha yang merupakan rebranding identitas baru dari brand Treetan diselenggarakan bersamaan dengan Shiratha Launching & Charity Fun Run. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian peluncuran resmi platform dan badan yang bergerak di bidang haji dan umrah.

Acara berlangsung di area GBK Parkir Selatan, Jakarta, dengan melibatkan masyarakat dan peserta lari dalam kegiatan yang memadukan peluncuran brand dengan aksi sosial.

Antusiasme peserta juga terlihat dari jumlah pendaftar Charity Fun Run. Target awal sebanyak 500 peserta berkembang menjadi sekitar 600 peserta. 

Peningkatan jumlah peserta tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai sponsor yang ikut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan.


Sekjen MUI Buya Amirsyah dalam Grand Launching Shiratha yang dirangkaikan dengan Shiratha Launching & Charity Fun. 

Yang menarik, 100 persen biaya pendaftaran peserta Charity Fun Run didonasikan untuk mendukung program restorasi Kampung Buya Hamka di Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Melalui konsep tersebut, kegiatan tidak hanya menjadi ajang olahraga dan peluncuran identitas baru Shiratha, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat melalui dukungan terhadap pelestarian kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan warisan Buya Hamka.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kolaborasi antara sektor usaha, masyarakat, filantropi, dan kegiatan sosial dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.  

slot gacorhttps://kencang77-on.com/https://kencang77.net/
BAGIKAN: