Sekjen MUI Apresiasi LSBPI Luncurkan Ensiklopedia Budaya Islam: Perkuat Jati Diri Bangsa Religius
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Dr Amirsyah Tambunan, memberikan apresiasi tinggi kepada Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI atas inisiatif meluncurkan Ensiklopedia Budaya Islam Indonesia serta menggagas pendirian Museum Budaya dan Peradaban Islam di Indonesia.
Menurut Buya Amirsyah, kedua karya besar ini bukan hanya dokumentasi budaya, melainkan juga cita-cita strategis untuk memperkuat peradaban Islam di Nusantara.
“Ensiklopedia ini adalah upaya besar umat Islam dalam memperkuat jati diri bangsa yang religius. Ia menjadi kontribusi nyata bagi pelestarian sejarah sekaligus pengembangan budaya Islam di Indonesia,” ujarnya dalam acara peluncuran di Jakarta Convention Center (JCC) pada rangkaian Indonesia International Book Fair (IIBF), Ahad (28/9/2025).
Buya Amirsyah menegaskan, pengembangan budaya Islam membutuhkan kolaborasi luas. Karena itu, LSBPI MUI telah menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek RI).
Dari kemitraan ini lahir gagasan besar mendirikan Museum Budaya dan Peradaban Islam di Indonesia, yang merujuk langsung pada materi dari ensiklopedia. Gagasan ini sejalan dengan target pemerintah untuk menambah jumlah museum di Indonesia hingga 1.000 unit.
“Museum bukan sekadar tempat menyimpan artefak. Ia harus menjadi pusat pengetahuan yang menumbuhkan sikap kepahlawanan serta mencegah punahnya kekayaan budaya Islam di Nusantara yang beraneka ragam,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Buya Amirsyah menekankan pentingnya menghadirkan nilai perjuangan tokoh bangsa dan ulama besar melalui ensiklopedia dan museum ini.
Di antara tokoh yang disebut adalah:
• Ir Soekarno (Proklamator & Presiden pertama RI)
• Drs Mohammad Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI)
• KH Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama)
• KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah)
• Buya Hamka (ulama, sastrawan, dan pemikir Islam)
• H.O.S. Cokroaminoto (guru bangsa)
• A Hassan (pendiri Persatuan Islam/Persis).

Menurut Buya Amirsyah, menghadirkan figur-figur ini penting agar generasi mendatang belajar langsung dari keteladanan tokoh Islam dan nasional dalam membangun bangsa.
Ensiklopedia Budaya Islam Indonesia juga menegaskan bahwa sejak lama Islam di Nusantara dikenal dengan wajah yang ramah, toleran, dan kaya keberagaman.
Bukan hanya menampilkan artefak masa lalu, ensiklopedia ini juga akan memuat: perkembangan budaya Islam kontemporer, berita terkini seputar Islam Indonesia, dokumentasi pameran temporer, seminar, hingga festival budaya.
Semua ini akan disajikan dalam format digital agar lebih mudah diakses publik.
Buya Amirsyah bahkan mendorong agar ensiklopedia dan museum dipadukan dengan teknologi digital.
“Portal website atau aplikasi bisa dikembangkan agar generasi muda di seluruh dunia dapat mengakses khazanah budaya Islam di Nusantara. Dengan begitu, karya ini sekaligus menjadi sarana dakwah dan diplomasi budaya Indonesia,” paparnya.
Buya Amirsyah mengajak semua pihak untuk mendukung inisiatif visioner ini, mulai dari MUI, pemerintah, akademisi, hingga ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan Perti.
Menurutnya, langkah ini bukan hanya soal pelestarian budaya, melainkan juga membangun narasi Islam Wasathiyah ala Indonesia di kancah global.
“Dengan kolaborasi, Ensiklopedia dan Museum Budaya Islam Indonesia akan menjadi monumen abadi perjalanan Islam di Nusantara sekaligus memperkuat peradaban bangsa yang berbhineka tunggal ika,” pungkasnya.
Selain Sekretaris Jenderal MUI Pusat Buya Amirsyah Tambunan, peluncuran ensiklopedia ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting lainnya.
Di antaranya Wakil Sekjen MUI Pusat Buya Pasni Rusli, Ketua LSBPI MUI Habiburrahman El Shirazy, Ketua Tim Penulis Dr Saiful Bahri, akademisi Dr Mohammad Irfan, serta Muhammad Iqbal Santoso. Jalannya acara semakin semarak dengan kehadiran Anifah Qowiyaton, yang bertindak sebagai pembawa acara. (Latifahtul Jannah, ed: Nashih)