Menlu Arab Saudi dan Iran Bahas De-eskalasi dalam Kontak Perdana Sejak Konflik
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, menerima panggilan telepon dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam salah satu kontak publik pertama sejak eskalasi konflik di kawasan.
Dikutip MUI Digital dari Saudi Gazette pada Jumat (10/4/2026), dalam percakapan tersebut kedua pihak membahas perkembangan terkini di kawasan serta meninjau upaya untuk meredakan ketegangan dan memulihkan keamanan serta stabilitas regional.
Kontak ini dinilai sebagai langkah diplomatik penting di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, sekaligus mencerminkan upaya kedua negara dalam menjaga komunikasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Selain itu, Faisal bin Farhan Al Saud juga melakukan pembicaraan terpisah dengan sejumlah mitra internasional.
Dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheikh Jarrah Al-Sabah, kedua pihak membahas perkembangan regional serta upaya untuk memperkuat keamanan dan stabilitas.
Baca juga: '10 Tuntutan Iran kepada Amerika Simbol Kemenangan Diplomasi'
Sementara itu, dalam komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil Pinto, dibahas hubungan bilateral serta pertukaran pandangan mengenai isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.
Percakapan ini berlangsung di tengah dinamika geopolitik yang masih berkembang, dengan berbagai pihak internasional terus mendorong upaya de-eskalasi guna menjaga stabilitas kawasan.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelesaian konflik yang lebih luas di kawasan.
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Teh Aviv terhadap Iran sejak akhir Februari dilaporkan telah menimbulkan ribuan korban jiwa dan luka-luka.
Meski demikian, terdapat perbedaan pandangan terkait cakupan gencatan senjata. Pihak Islamabad dan Teheran menyebut kesepakatan tersebut juga mencakup wilayah Lebanon, sementara Washington dan Tel Aviv membantahnya.
Pernyataan terbaru dari IRGC ini sekaligus menegaskan posisi Iran yang berupaya menjaga komitmen terhadap gencatan senjata, di tengah meningkatnya ketegangan dan beredarnya berbagai laporan yang belum terverifikasi di kawasan. (Miftahul Jannah)