'10 Tuntutan Iran kepada Amerika Simbol Kemenangan Diplomasi'
Sadam Al Ghifari
Penulis
Azharun N
Editor
JAKARTA, MUI Digital– Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menyebut syarat gencatan senjata Iran sebagai bentuk 'kemenangan' diplomasi dalam mempertahankan kedaulatan.
Prof Noto menilai, syarat yang diajukan Iran kepada Amerika Serikat secara prinsip mencerminkan atas kedaulatan, jaminan keamanan nasional, penghormatan terhadap hukum internasional, serta penghentian tekanan sepihak dalam bentuk sanksi maupun ancaman militer.
"Iran juga menekankan pentingnya pengakuan atas hak-haknya dalam pengembangan teknologi, non-intervensi terhadap urusan domestik, serta komitmen yang jelas dan terukur dari pihak Amerika dalam menjaga kesepakatan," sambungnya.
Baca juga: Pemuda OKI Indonesia: Gencatan Senjata AS-Iran Belum Cukup, Akar Masalahnya Harus Diselesaikan
Dalam kerangka ini, lanjutnya, dapat dipahami bahwa posisi Iran dalam perundingan relatif menguat, sehingga bisa dimengerti jika ada yang berpandangan bahwa ini adalah sebagai bentuk 'kemenangan' Iran.
Ketua MUI menilai, hal ini adalah kemenangan proporsional; bukan sebagai bentuk dominasi sepihak, melainkan sebagai keberhasilan diplomasi dalam mempertahankan prinsip kedaulatan dan martabat bangsa melalui jalur damai.
"Saya juga ingin menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah Iran yang juga telah melakukan langkah diplomatik yang sangat penting dan sungguh-sungguh," sambungnya.
Menurutnya, kesediaan Iran ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi banyak negara terutama negara-negara Muslim untuk harus bersungguh-sungguh dan istiqomah dalam menghadapi kezaliman besar duet Israel-Amerika baik melalui kontak senjata maupun diplomasi.
Lebih lanjut, MUI menyambut baik prakarsa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan. MUI menyampaikan terimakasih kepada Pakistan yang telah membuat keputusan yang sangat penting.
Baca juga: Angkatan Bersenjata Iran Deklarasikan Kemenangan, Tegaskan Persatuan Rakyat
"Terima kasih kepada pemerintah Pakistan yang telah membuat keputusan sangat penting untuk deeskalasi dan mewujudkan ketenangan sosial dan politik serta pemulihan atau stabilitas ekonomi global," kata Prof Sudarnoto.
Meskipun Pakistan sedang menghadapi masalah yang serius, Prof Sudarnoto mengapresiasi Pakistan berkat keberaniannya membuat langkah besar dalam memediasi Amerika Serikat dan Iran.
Prof Sudarnoto menilai, langkah ini merupakan perkembangan penting dalam meredakan ketegangan geopolitik yang selama ini berpotensi mengganggu keamanan dan stabilitas global.
Dalam konteks politik dan ekonomi internasional, deeskalasi ini tidak hanya menurunkan risiko konflik terbuka, tetapi juga membuka ruang bagi pemulihan kepercayaan pasar, stabilitas energi, serta penguatan kerja sama multilateral.
"Oleh karena itu, gencatan senjata ini dapat dipandang sebagai upaya menghadirkan maslahat global yang lebih luas bagi umat manusia," ujarnya.
10 syarat
Di tengah konflik yang kian memanas, pemerintah Iran secara resmi mengajukan peta jalan baru. Pemerintah Iran mengajukan proposal perdamaian dengan 10 poin kunci yang dianggap mampu menjadi solusi dalam melerai konflik panas tersebut. Poin udulan Iran tersebut diantaranya :
1. AS harus berkomitmen, secara prinsip, untuk menjamin tidak adanya agresi
2. Iran tetap mengontrol Selat Hormuz
3. Hak Iran untuk memperkaya uranium harus diterima
4. Pencabutan semua sanksi primer
5. Pencabutan semua sanksi sekunder
6. Penghentian semua resolusi Dewan Keamanan PBB
7. Penghentian semua resolusi Dewan Gubernur IAEA
8. Pembayaran ganti rugi atas kerugian yang diderita Iran
9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut
10. Penghentian perang di semua front, termasuk melawan perlawanan Islam yang heroik di Lebanon.
Iran menganggap 10 poin yang diusulkan tersebut merupakan langkah strategis untuk melerai konflik panas dan mengembalikan stabilitas di kawasan tersebut. Perundingan rencananya akan digelar di Isalamabad, Pakistan.