Ketua PDPAB MUI: Indonesia Emas Bisa Terwujud Kalau Akhlak Generasi Bangsa Baik
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID— Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Masyhuril Khamis, menyebut Indonesia Emas 2045 bisa terwujud kalau akhlak generasinya baik.
"Karena memang mereka adalah masa depan kita Indonesia. Kalau akhlaknya di sebuah bangsa itu baik, khususnya generasinya, kita berharap Indonesia Emas betul-betul Indonesia Emas," kata Ketua PD PAB MUI KH Masyhuril Khamis saat Training Penguatan Akhlak Bangsa angkatan ke-10 di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2025).
Kiai Masyhuril mengatakan, kegiatan ini digelar oleh PDPAB MUI sebagai upaya agar generasi muda memiliki akhlak bangsa yang baik.
"Bagi kita, kehadiran anak-anak kita ini bagian dari upaya kita mendapatkan kader-kader untuk perbaikan, pencerahan, akhlak bangsa," jelasnya.
Kiai Masyhuril menjelaskan, persolan akhlak bangsa tidak hanya bicara satu pihak, karena ada lingkungan, keluarga dan pendidikan yang mempengaruhi kondisi akhlak bangsanya.
"Boleh jadi di rumah baik, tapi mendapatkan teman bergaul yang tidak baik. Boleh jadi rumah dan temannya baik, tapi dapat lingkungan yang tidak baik (seperti) lingkungan tempat dia tinggal, kebijakan yang diambil," paparnya.
Ketua PDPAB MUI KH Masyhuril Khamis (kedua kiri) saat Training Penguatan Akhlak Bangsa angkatan ke-10 di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2025).
Kiai Masyhuril mengungkapkan sejumlah persoalan besar bangsa yang berkaitan dengan akhlah yang harus segera diperbaiki seperti judi online, seks bebas, narkoba, dan korupsi.
"Kita mulai dari diri sendiri, kita mulai mempersiapkan generasi setelahnya. Tentu kita ngomong sama pengambil keputusan, ayo dong selesaikan judi online. Itu kan tidak dikita, perlu power dan kekuasaan," ungkapnya.
Kiai Masyhuril menerangkan, para ulama hanya bisa memberikan pendidikan dan pencerahan bagi generasi muda, tetapi dalam eksekusinya dilakukan oleh para pemangku kebijakan.
Menurutnya, tanda tangan pejabat lebih efektif dibandingkan teriakan-teriakan ulama di mimbar khutbah. Tetapo, peran ulama, pengusaha dan pemimpin sangat penting dalam merubah akhlak bangsa ini.
"Pengusaha jangan sampe ingin memdapatkan usaha besar merusak generasi muda. Penguasa sudah diberikan amanah,
tolonglah perhatikan generasi kita ke depan. Ulama harus menjadi contoh. Ketiga ini harus sinkron," jelasnya. (Sadam, ed: Nashih)