Kepala BGN hingga Panglima TNI Hadir di Hotel Sultan Jelang Acara Halal Bi Halal MUI
Sadam Al Ghifari
Penulis
Azharun N
Editor
Jakarta, MUI Digital- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar acara Halal Bi Halal 1447 H di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Kegiatan ini rencananya akan dimulai pukul 19.00 WIB pada Rabu, 15 April 2026 hari ini.
Pantauan MUI Digital di Hotel Sultan, sejumlah tokoh sudah terlihat hadir sejak sore. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tiba pukul 17.10 WIB. Namun, kehadiran Kepala BGN tidak berlangsung lama.
Pukul 17.53 WIB, Kepala BGN Dadan Handayana meninggalkan Hotel Sultan didampingi Ketua MUI Bidang Ukhuwah KH Zaitun Rasmin.
Sementara Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto tiba pukul 18.14 WIB. Kehadiran Panglima TNI disambut secara hangat oleh Wasekjen MUI Bidang Ukhuwah Syamsul Qomar.
MUI bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menggelar acara Halal Bi Halal sebagai momentum penting untuk mempererat ukhuwah sekaligus menyampaikan sikap bersama terkait dinamika global yang berkembang.
Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menyampaikan kegiatan akan diawali dengan shalat berjamaah dan makan malam bersama, serta diisi dengan berbagai agenda strategis yang telah disiapkan.
“Insya Allah pada 15 April 2026, Majelis Ulama Indonesia bersama segenap kekuatan ormas akan melakukan halal bi halal di Hotel Sultan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 10 ormas pendiri MUI bersama ormas lain yang berhimpun di MUI akan menyampaikan pernyataan sikap bersama.
Menurut Buya Amirsyah, pernyataan itu dirumuskan dalam 10 poin yang berisi pandangan dan sikap ormas Islam terhadap situasi global yang dinilai semakin dinamis.
Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian".
Tema tersebut menegaskan pentingnya persatuan umat dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Dia menekankan bahwa penguatan ukhuwah menjadi kunci dalam merespons berbagai bentuk ketidakadilan, penindasan, dan tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan di berbagai belahan dunia.
“Kita memiliki kepentingan bersama untuk melawan berbagai bentuk kezaliman, penindasan, dan perlakuan yang tidak berperikemanusiaan,” ungkapnya.
Melalui forum Halal bi Halal ini, MUI juga mengajak umat Islam, bahkan masyarakat dunia secara luas, untuk bersatu dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian global.
Hal ini didasari oleh kesamaan nilai kemanusiaan, di mana setiap manusia pada hakikatnya menginginkan kehidupan yang damai, bersatu, dan penuh kemaslahatan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat solidaritas umat sekaligus mempertegas peran MUI dan ormas Islam dalam merespons isu-isu internasional secara konstruktif.