Iran Bantah Serangan Rudal ke Negara Teluk Usai Gencatan Senjata
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital – Pemerintah Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membantah laporan yang menyebutkan adanya peluncuran rudal dan drone ke negara-negara Teluk setelah diberlakukannya gencatan senjata.
Dalam pernyataan resminya yang disiarkan kantor berita Fars, dikutip MUI Digital pada Jumat (10/4/2026), IRGC menegaskan angkatan bersenjata Iran tidak melakukan serangan apa pun sejak kesepakatan gencatan senjata berlaku.
“Angkatan bersenjata Republik Islam Iran belum melakukan peluncuran rudal ke negara mana pun selama gencatan senjata hingga saat ini,” demikian pernyataan tersebut.
IRGC juga menolak laporan media yang menyebut adanya serangan terhadap fasilitas di sejumlah negara kawasan Teluk.
Baca juga: '10 Tuntutan Iran kepada Amerika Simbol Kemenangan Diplomasi'
Mereka menilai informasi tersebut sebagai bagian dari upaya pihak yang disebut sebagai “musuh Zionis” atau Amerika Serikat.
Lebih lanjut, IRGC menegaskan bahwa setiap operasi militer yang dilakukan Iran akan diumumkan secara resmi kepada publik.
“Segala tindakan yang tidak tercantum dalam pernyataan resmi Republik Islam Iran tidak ada hubungannya dengan kami,” tegasnya.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelesaian konflik yang lebih luas di kawasan.
Baca juga: Angkatan Bersenjata Iran Deklarasikan Kemenangan, Tegaskan Persatuan Rakyat
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Teh Aviv terhadap Iran sejak akhir Februari dilaporkan telah menimbulkan ribuan korban jiwa dan luka-luka.
Meski demikian, terdapat perbedaan pandangan terkait cakupan gencatan senjata. Pihak Islamabad dan Teheran menyebut kesepakatan tersebut juga mencakup wilayah Lebanon, sementara Washington dan Tel Aviv membantahnya.
Pernyataan terbaru dari IRGC ini sekaligus menegaskan posisi Iran yang berupaya menjaga komitmen terhadap gencatan senjata, di tengah meningkatnya ketegangan dan beredarnya berbagai laporan yang belum terverifikasi di kawasan