Edukasi Bahaya Narkoba, Ganas Annar MUI Riau Dorong Masyarakat Jadi Garda Terdepan Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Dhea Oktaviana
Penulis
Muhammad Fakhruddin
Editor
Riau, MUI Digital - Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau menggelar Workshop Penanganan Awal Penyalahgunaan Zat Adiksi di Auditorium MUI Riau, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif yang terus menunjukkan tren mengkhawatirkan di Provinsi Riau.
Ketua Ganas Annar MUI Provinsi Riau, Zulfahmi menekankan bahwa masyarakat memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi sekaligus merespons kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga maupun sekitar. Karena itu, edukasi mengenai cara mengenali gejala awal, hingga mengarahkan korban kepada layanan rehabilitasi menjadi bagian penting dalam workshop tersebut.
Baca juga: Ini Alasan Narkoba Diharamkan Menurut Waketum MUI
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan penegak hukum. Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam melakukan deteksi dini dan memberikan pertolongan pertama secara psikologis maupun edukatif sebelum diarahkan ke pusat rehabilitasi atau medis," ujar Fahmi.
Workshop tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, hingga pegiat sosial yang memiliki perhatian terhadap isu penyelamatan generasi muda dari bahaya narkotika.
Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai pola penanganan awal terhadap korban penyalahgunaan zat adiksi, baik dari sisi pendekatan persuasif, psikologis, maupun langkah-langkah teknis yang tepat.
Baca juga: Ketua Ganas Annar MUI: Peredaran Narkoba Melalui Vape Jadi Ancaman
Zulfahmi berharap, melalui kegiatan ini akan lahir kesadaran kolektif dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah meluasnya penyalahgunaan narkoba, sekaligus memperkuat gerakan sosial berbasis komunitas demi melindungi moral dan masa depan generasi muda di Bumi Lancang Kuning.