Lewati ke konten utama
Senin, 7 September 2026 / 25 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Sumatera Utara

Seni Budaya MUI Sumut dan Majelis AzZikra Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Medan

4 menit baca
Seni Budaya MUI Sumut dan Majelis AzZikra Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Medan
Bagikan:

MEDAN, muisumut.or.id., 6 September 2026 — Bidang Seni dan Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara bersama Majelis AzZikra menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Medan, Ahad, 6 September 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini menghadirkan Prof. Dr. H. Asmuni, MA sebagai penceramah dengan mengangkat tema “Keteladanan Rasulullah SAW dalam Rumah Tangga.” Tema tersebut dinilai sangat relevan untuk menguatkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.

Dalam tausiyahnya, Prof. Asmuni menjelaskan bahwa banyak hadis yang menggambarkan bagaimana Rasulullah SAW memberikan teladan dalam kehidupan rumah tangga, khususnya dalam memperlakukan istri dengan penuh kasih sayang, penghormatan, kesabaran, dan kelembutan.

Menurut Prof. Asmuni, salah satu bentuk kasih sayang Rasulullah SAW kepada Sayyidah Aisyah RA terlihat dari cara beliau memanggilnya dengan panggilan penuh kelembutan. Rasulullah SAW antara lain memanggil Aisyah RA dengan sebutan “Humaira”, yang bermakna perempuan yang pipinya kemerah-merahan. Dalam riwayat lainnya, Rasulullah SAW juga memanggil Aisyah dengan panggilan singkat dan penuh kasih sayang, “Ya Aisy.”

Keteladanan Rasulullah SAW juga terlihat dalam keterlibatan beliau dalam pekerjaan rumah tangga. Prof. Asmuni mengutip hadis yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW biasa menambal sandalnya sendiri, menjahit pakaiannya sendiri, dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga sebagaimana anggota keluarga lainnya.

“Rasulullah SAW tidak pernah memukul istrinya, perempuan lain maupun pembantunya,” terang Prof. Asmuni seraya mengingatkan bahwa kehidupan rumah tangga harus dibangun dengan kasih sayang dan penghormatan, bukan dengan kekerasan.

Prof. Asmuni juga menguraikan bagaimana Rasulullah SAW tetap menunjukkan kasih sayang kepada Aisyah RA dalam berbagai keadaan. Bahkan ketika Aisyah sedang haid, Rasulullah SAW tetap dekat dan penuh kasih sayang. Dalam riwayat Shahih Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersandar di pangkuan Aisyah RA ketika Aisyah sedang haid dan membaca Al-Qur’an.

Keharmonisan Rasulullah SAW dan Aisyah RA, lanjut Prof. Asmuni, juga tampak dalam aktivitas sederhana dan menyenangkan bersama keluarga. Rasulullah SAW pernah berlomba lari dengan Aisyah RA. Pada perlombaan pertama Aisyah mengalahkan Rasulullah SAW, sedangkan pada perlombaan berikutnya Rasulullah SAW memenangkan perlombaan tersebut seraya mengatakan bahwa kemenangan itu merupakan balasan atas kemenangan Aisyah sebelumnya.

**Kesabaran Rasulullah SAW ketika menghadapi kemarahan istrinya** juga menjadi salah satu teladan penting yang disampaikan Prof. Asmuni. Ia mengisahkan bagaimana Aisyah RA mengetahui kondisi hati Rasulullah SAW dari cara beliau bersumpah ketika sedang ridha maupun ketika sedang marah. Kendati demikian, Rasulullah SAW tetap menghadapi situasi tersebut dengan kesabaran dan kelembutan.

Menurut Prof. Asmuni, berbagai keteladanan tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW bukan hanya menjadi teladan dalam persoalan ibadah dan dakwah, tetapi juga dalam kehidupan keluarga sehari-hari.

“Rumah tangga Rasulullah SAW memberikan pelajaran bahwa kasih sayang, komunikasi, kesabaran, penghormatan dan kelembutan merupakan bagian penting dalam membangun keluarga,” ujarnya.

Pada bagian akhir ceramah, Prof. Asmuni mengajak umat Islam untuk memperkuat akidah dengan senantiasa berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

Ia mengingatkan firman Allah SWT dalam QS. Thaha ayat 123:

“Maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”

Prof. Asmuni juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Malik mengenai pentingnya berpegang teguh kepada dua pedoman utama umat Islam, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya.

 MUI Sumut dan Majelis AzZikra Tandatangani Kerja Sama

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut juga diisi dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dan Majelis AzZikra

Kerja sama tersebut berkaitan dengan kolaborasi kegiatan pengajian dan zikir bersama sepanjang tahun 2026. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kegiatan pembinaan keumatan sekaligus memperluas syiar Islam melalui kegiatan pengajian, zikir dan berbagai aktivitas keagamaan yang melibatkan masyarakat.

Selain tausiyah dan penandatanganan kerja sama, suasana Maulid semakin semarak dengan pembacaan marhaban oleh sejumlah ibu yang tergabung dalam organisasi muslimah. Pembacaan marhaban tersebut menjadi ekspresi mahabbah atau kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus doa dan harapan agar umat Islam memperoleh syafaat beliau.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua dan Sekretaris Bidang Seni dan Budaya MUI Sumatera Utara, Wan Khairunnisah dan Nani Ayum Panggabean, SU, serta anggota Komisi Seni dan Budaya, Sahril, M.Pd., Sakdiyah Rahman, dan Nuaraini Simangunsong.

Turut hadir Pimpinan Majelis AzZikra dr. Hj. Maryam Lubis bersama jajaran pengurus dan anggota. Hadir pula Latifah Hanum dan Ina Martina dari Komisi Ukhuwah MUI Sumatera Utara, AMTI IB Medan, serta sejumlah organisasi muslimah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan kembali akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun keluarga yang sakinah, penuh kasih sayang, serta berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah.