Lewati ke konten utama
Kamis, 3 September 2026 / 21 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Khutbah

Khutbah Jumat: Mensyukuri Kelahiran Nabi Muhammad SAW

5 menit baca 138 dibaca
Admin

Oleh: Admin

Diunggah: Admin Admin Editor: Admin
79c3b4b45b856f0Khutbah Jumat: Mensyukuri Kelahiran Nabi Muhammad SAW87a7deb45a2d8a939
Foto: Pinterest
Bagikan:

Oleh: KH Dr Nashirudin Cholid, M.Ag, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang

الَسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ أَفْضَلَ رُسُلِهِ الَّذِيْ جَاءَ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ، وَالَّذِيْ أَكْرَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِسْلَامِ وَالْإِيْمَانِ، وَجَعَلَنَا مِنْ أُمَّةٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَهُ اللّٰهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، وَحُجَّةً عَلَى الْخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: (قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُون)، وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الاَخْلَاقِ.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab ketakwaan adalah bekal terbaik dalam perjalanan hidup kita menuju kehidupan akhirat.

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita bersama-sama merenungkan salah satu nikmat Allah yang sangat besar bagi seluruh umat manusia, yaitu kelahiran Nabi Muhammad SAW, seorang nabi dan rasul yang membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya iman dan Islam.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ...

“Sesungguhnya Allah telah memberikan karunia kepada orang-orang mukmin ketika Dia mengutus seorang rasul dari kalangan mereka sendiri.” (QS. Ali 'Imran: 164)

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Ayat ini mengingatkan kita bahwa diutusnya Rasulullah SAW merupakan karunia dan nikmat yang sangat besar dari Allah SWT. Melalui beliau, kita mengenal siapa Tuhan kita, bagaimana beribadah kepada-Nya, bagaimana membangun keluarga, bagaimana bermasyarakat, bagaimana menjaga akhlak, dan bagaimana mempersiapkan kehidupan akhirat. Semuanya sudah lengkap dalam ajaran yang dibawanya.

Karena itu, ketika kita mengingat kelahiran Nabi Muhammad SAW, hendaknya yang tumbuh dalam hati kita bukan sekadar kegembiraan sejarah, tetapi rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas hadirnya Rasulullah SAW sebagai pembawa petunjuk dan rahmat bagi alam semesta.

Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)

Rasulullah SAW adalah rahmat bagi orang beriman. Ajarannya menjadi rahmat bagi keluarga, masyarakat, bahkan bagi seluruh kehidupan manusia.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Salah satu bentuk syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah memperbanyak shalawat kepada beliau. Mengenai hal ini, Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Maka marilah kita memperbanyak membaca shalawat, yang di antaranya dengan lafadz berikut:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

“Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Ketahuilah, bahwa Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

“Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, Allah akan memberikan rahmat kepadanya sepuluh kali.” (HR Muslim)

Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,

Bentuk syukur yang kedua adalah mencintai Rasulullah SAW. Cinta kepada Nabi bukan hanya diucapkan dengan lisan. Cinta kepada Nabi harus dibuktikan dengan mengikuti sunnahnya, meneladani akhlaknya, dan menjalankan ajarannya.

Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

Karena itu, momentum mengingat kelahiran Rasulullah SAW hendaknya menjadi momentum untuk memperbarui kecintaan kita kepada beliau sekaligus memperbaiki kehidupan kita agar semakin sesuai dengan sunnahnya.

Jika kita mencintai Rasulullah SAW, maka mari kita teladani kejujurannya. Beliau dikenal sebagai الصادق الأمين, orang yang jujur dan terpercaya.

Mari kita teladani kasih sayangnya. Allah SWT menggambarkan Rasulullah SAW:

بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Terhadap orang-orang mukmin, beliau sangat santun dan penyayang.” (QS. At-Taubah: 128)

Mari kita teladani kesabarannya, kerendahan hatinya, keadilannya, keberaniannya, kepeduliannya kepada kaum lemah, serta kasih sayangnya kepada keluarga dan masyarakat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Bentuk syukur yang ketiga adalah menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan kita. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari Kiamat serta banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Maka, mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing: Sudahkah akhlak Rasulullah hadir dalam keluarga kita? Sudahkah kita mendidik anak-anak dengan kasih sayang sebagaimana Rasulullah SAW mendidik umatnya? Sudahkah kita memperlakukan pasangan dengan baik? Sudahkah kita jujur dalam berdagang dan bekerja? Sudahkah kita menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan perkataan yang menyakiti? Sudahkah kita menyayangi tetangga dan membantu orang yang membutuhkan?

Kenapa pertanyaan-pertanyaan ini penting? Tidak lain, karena berkaitan dengan bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW yang sesungguhnya.

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.” (HR Tirmidzi)

Hadis ini memberikan pelajaran bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan hanya bagaimana ia tampil di hadapan masyarakat, tetapi juga bagaimana ia memperlakukan keluarganya di rumah.

Karena itu, momentum mengingat kelahiran Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadikan kita lebih baik sebagai ayah, ibu, suami, istri, anak, guru, pemimpin, pekerja, dan anggota masyarakat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita jadikan momentum mengingat kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai momentum syukur, cinta, dan perubahan. Syukur karena Allah telah mengutus Rasulullah SAW kepada kita. Cinta dengan memperbanyak shalawat kepadanya. Dan perubahan dilakukan dengan berusaha mengikuti sunnah dan akhlaknya.

Jangan sampai kita mengaku mencintai Rasulullah SAW, tetapi masih gemar berdusta. Jangan sampai kita banyak bershalawat tetapi masih suka menyakiti sesama. Jangan sampai kita memperingati sejarah kelahiran beliau tetapi akhlak kita justru jauh dari akhlak beliau.

Rasulullah SAW datang untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sebagaimana beliau bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Bukhari)

Maka, mari kita buktikan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan akhlak yang mulia, ibadah yang benar, keluarga yang harmonis, kehidupan sosial yang damai, dan kepedulian kepada sesama.

Semoga Allah SWT menjadikan kita umat yang benar-benar mencintai Rasulullah SAW, mengikuti sunnahnya, memperoleh syafaatnya, dan dikumpulkan bersamanya di dalam surga. Amin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَآئِرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.