Lewati ke konten utama
Sabtu, 5 September 2026 / 23 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

CAT PPIH 2027 Non Nakes Digelar Serentak, Kemenhaj Gandeng BKN Perkuat Transparansi

2 menit baca 21 dibaca
WhatsApp Image 2026-09-05 at 15.06.53 (1)
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital — Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter Non Nakes.

Sebanyak 1.344 calon petugas mengikuti seleksi secara serentak di 35 titik kantor BKN dan unit pelaksana teknis BKN di berbagai daerah.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah memperkuat proses seleksi petugas yang objektif, terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Peserta CAT terdiri atas calon PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi formasi nonkesehatan. Untuk PPIH Arab Saudi, seleksi mencakup enam layanan, yakni Bimbingan Ibadah, Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Jamaah Lansia dan Disabilitas, serta Media Center Haji.

Baca juga: Laporan PBB Soroti Kekhawatiran Pembersihan Etnis di Tiga Kamp Pengungsi Tepi Barat

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo mengatakan pelibatan BKN merupakan bagian dari penguatan tata kelola seleksi petugas haji.

 “Tahun ini Kemenhaj menggandeng BKN dalam pelaksanaan CAT. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan profesional,” kata Puji di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Puji, penggunaan sistem CAT memungkinkan proses ujian berlangsung dengan standar yang seragam dan hasilnya dapat dipantau secara langsung atau live selama pelaksanaan.

 “Yang kami cari adalah peserta yang memiliki kemampuan teknis, integritas, manajerial dan orientasi pelayanan kepada jamaah,” ujarnya.

Puji mengatakan petugas haji nantinya akan berhadapan dengan beragam kebutuhan jamaah, termasuk jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Karena itu, kemampuan teknis perlu diiringi kesiapan mental, integritas, dan komitmen pelayanan.

Baca juga: LPPOM Buka Opsi Sertifikasi Halal Bertahap untuk Restoran Berjaringan Besar

 “Petugas haji adalah bagian penting dari wajah pelayanan haji. Karena itu, proses untuk memilihnya harus dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Puji.

Pelaksanaan CAT di 35 titik BKN dan unit pelaksana teknis BKN juga memudahkan peserta mengikuti ujian dari daerah masing-masing. Hasil CAT selanjutnya menjadi salah satu bahan penilaian dalam rangkaian seleksi PPIH untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.

Kemenhaj memastikan proses seleksi dilakukan dengan mengedepankan prinsip integritas dan profesionalitas untuk mendapatkan petugas yang memiliki kompetensi sekaligus komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.