Baca Doa Ini di Malam 27 Rajab, Insya Allah Hajat Terpenuhi
Admin
Penulis
Foto: Freepik
Jakarta, MUI Digital— Rajab merupakan bulan yang memiliki keutamaan besar, karena termasuk salah satu dari empat bulan suci yang diagungkan dalam Islam.
Bulan ini dipenuhi dengan keberkahan dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu ibadah yang dianjurkan untuk diamalkan pada bulan Rajab adalah memperbanyak doa. Doa yang dipanjatkan pada bulan Rajab memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Imam Asy-Syafi’i (wafat 204 H) pernah menyampaikan dalam salah satu karyanya bahwa doa yang dipanjatkan pada malam pertama bulan Rajab tidak akan tertolak:
خَمْسُ لَيَالٍ لَا يُرَدُّ فِيْهِنَّ الدُّعَاءُ؛ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةُ الْفِطْرِ، وَلَيْلَةُ النَّحْرِ
Artinya: “Ada lima malam yang doa tidak akan ditolak di dalamnya, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.” (Al-Umm [Beirut: Dar Al-Fikr], vol 1, h 254)
Berdasarkan keterangan yang dikemukakan para ulama, terdapat amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam ke-27 bulan Rajab.
Barang siapa mengamalkan bacaan ini sambil menyebutkan hajat yang diinginkan, maka Allah SWT akan mengabulkan setiap permohonannya.
Amalan tersebut dibaca pada malam ke-27 Rajab, dimulai setelah azan Maghrib hingga sebelum waktu Subuh. Malam ke-27 Rajab bertepatan dengan hari ini, Kamis (15/1/2026) jika merujuk pada kalender nasional. Sedangkan berdasarkan keputusan Lajnah Falakiyah PBNU, malam 27 Rajab bertepatan pada Jumat (16/1/2026).
Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّينَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ، حِينَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ، أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِينَ، وَتُجِيبَ دَعْوَتِي، يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ
Bismillahirrahmanirrahim, Allahuma ini asaluka bimusyahadat asraril muhibbin, wa bikhalwatillati khasashta bisa Sayyidah mursalin, hina asrayta bihi lailassabi’i wal isyrina, an tarhama qalbiyal hazina, wa tujiba da’wati, ya akramal akramin
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (perantaraan) penyaksian rahasia-rahasia para pecinta (Allah), dan dengan khalwat (kedudukan khusus) yang Engkau khususkan bagi Pemimpin para rasul, ketika Engkau memperjalankannya (Isra’) pada malam tanggal dua puluh tujuh, agar Engkau mengasihi hatiku yang bersedih dan mengabulkan doaku, wahai Dzat Yang Maha Mulia dari segala yang mulia.”
Terkait hal ini, Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi Asy-Syafi’i (wafat 1332 H) dalam kitabnya menjelaskan keutamaan dari bacaan doa tersebut. Beliau menyatakan bahwa siapa saja yang membaca doa itu pada malam ke-27 Rajab, kemudian memanjatkan permohonan sesuai hajatnya, niscaya Allah SWT akan mengabulkan doa yang dipanjatkannya:
وَمَنْ قَرَأَ الدُّعَاءَ الْآتِيَ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ مِنْ رَجَبٍ، وَطَلَبَ مَقْصُودَهُ، أَجَابَ اللَّهُ دُعَاءَهُ، وَهُوَ هَذَا: (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ) اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّينَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ، حِينَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ، أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِينَ، وَتُجِيبَ دَعْوَتِي، يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ
Artinya: “Barang siapa membaca doa berikut pada malam tanggal dua puluh tujuh bulan Rajab, lalu memohon apa yang ia inginkan, niscaya Allah akan mengabulkan doanya. Doa tersebut adalah: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (perantaraan) penyaksian rahasia-rahasia para pecinta (Allah), dan dengan khalwat (kedudukan khusus) yang Engkau khususkan bagi Pemimpin para rasul, ketika Engkau memperjalankannya (Isra’) pada malam tanggal dua puluh tujuh, agar Engkau mengasihi hatiku yang bersedih dan mengabulkan doaku, wahai Dzat Yang Maha Mulia dari segala yang mulia.” (Dlau As-Siraj Fi Fadl Rajab Wa Qisah Al-Mi’raj [Mesir: Mathba’ah As-Sa’adah], h 9)
Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan Al-Halibi Al-Hanafi Al-Qadiri (wafat 1314 H) juga menyampaikan pendapat yang serupa.
Ia mengutip sebuah riwayat yang menjelaskan bahwa pada Rajab terdapat satu malam yang keutamaannya sangat besar, di mana pahala ibadah pada malam tersebut setara dengan beribadah selama seribu tahun. Malam yang dimaksud adalah malam tanggal dua puluh tujuh Rajab, yaitu malam Isra dan Miraj.
Malam Isra Miraj merupakan malam yang sangat mulia. Oleh karena itu, siapa saja yang memanjatkan doa sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya pada malam tanggal dua puluh tujuh Rajab, kemudian membaca shalawat kepada Nabi SAW sebanyak sepuluh kali setelahnya, lalu menyampaikan hajatnya maka atas izin Allah hajat tersebut akan dikabulkan:
وَفِي بَدْرِ الْوَاعِظِينَ عَنْ مَكْحُولْ الشَّامِيِّ، وَوَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ فِي رَجَبٍ لَيْلَةً أَجْرُ الْعَامِلِ فِيهَا كَعِبَادَةِ أَلْفِ سَنَةٍ، وَهِيَ لَيْلَةُ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ، وَهِيَ لَيْلَةُ الْإِسْرَاءِ وَالْمِعْرَاجِ، وَهِيَ لَيْلَةٌ عَظِيمَةٌ. وَرُوِيَ عَنِ الشَّيْخِ عَلِيِّ الْبِيرُونِيِّ: مَنْ دَعَا بِهَذَا الدُّعَاءِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ مِنْ رَجَبٍ، وَصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَهُ عَشْرَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ يَسْأَلُ اللَّهَ حَاجَتَهُ، فَإِنَّهَا تُقْضَى بِإِذْنِ اللَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Dalam kitab Badr Al-Wā’iẓīn diriwayatkan dari Makhūl Asy-Syāmī dan Wahb bin Munabbih, keduanya berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya di bulan Rajab terdapat satu malam, amal orang yang beribadah pada malam itu pahalanya seperti beribadah selama seribu tahun. Malam itu adalah malam tanggal dua puluh tujuh, yaitu malam Isra dan Miraj. Ia adalah malam yang sangat agung. Dan diriwayatkan dari Syekh ‘Alī Al-Bīrūnī: Barang siapa berdoa dengan doa ini pada malam tanggal dua puluh tujuh bulan Rajab, lalu bershalawat kepada Nabi SAW setelahnya sebanyak sepuluh kali, kemudian memohon hajatnya kepada Allah, maka hajat tersebut akan dipenuhi atas izin Allah Ta’ala.” (Nurul Anwar Wa Kanzul Asrar Fi Dzikri Ash-Sholatu Ala An-Nabi Al-Mukhtar [Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiah], h 38)
Dengan demikian, Rajab merupakan momentum istimewa yang sarat dengan keutamaan dan peluang besar untuk memperbanyak amal kebaikan, terutama memanjatkan doa pada malam ke-27 Rajab yang bertepatan dengan peristiwa agung yakni Isra dan Miraj.
Amalan doa yang dianjurkan oleh para ulama tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, disertai keyakinan penuh akan kemurahan dan kasih sayang-Nya.
Oleh sebab itu, Rajab selayaknya dimanfaatkan secara optimal dengan meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa dan shalawat, seraya berharap agar Allah SWT berkenan mengabulkan segala hajat kita serta melimpahkan keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam bis shawab. (A Zaeini Misbaahuddin Asyuari, ed: Nashih)