Lewati ke konten utama
Selasa, 15 September 2026 / 3 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
41d4661d-5734-4d08-aedc-36b96e215292
Berita

Waketum MUI KH Marsudi Syuhud Doakan Keselamatan Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Waketum MUI KH Marsudi Syuhud Doakan Keselamatan Jurnalis Hilang di Selat Sunda

/ 3 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca 161 dibaca

JAKARTA, MUI Digital— Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud menyampaikan doa atas musibah hilang kontaknya lima orang jurnalis di perairan Selat Sunda saat bertugas meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. 

Kiai Marsudi berharap proses pencarian membawa kabar terbaik bagi seluruh korban dan keluarga. 

​"Kami dari Majelis Ulama Indonesia mendoakan kepada lima jurnalis ini, mudah-mudahan mendapatkan Husnul Khotimah. Husnul khotimah itu artinya akhir yang baik, baik buat dirinya masing-masing, baik buat keluarganya, dan baik buat sesama jurnalis," ujar KH Marsudi Syuhud kepada MUI Digital di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).

Selain memanjatkan doa, Kiai Marsudi Syuhud memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim SAR gabungan yang terus berjuang di lapangan. 

Dalam operasi ini, Basarnas dan unsur Polairud mengerahkan sejumlah armada seperti RIB 02 Banten dan RBB Pulau Peucang untuk menyisir Sektor F seluas 459 mil laut persegi.

Kiai Marsudi menegaskan bahwa MUI mendukung penuh kelanjutan operasi pencarian selama masih memungkinkan sesuai dengan regulasi dan estimasi teknis Tim SAR.

Namun, jika seluruh upaya maksimal telah dikerahkan sesuai prosedur medis dan ilmu pengetahuan, Kiai Marsudi mengimbau seluruh pihak untuk menyikapinya dengan penuh ketabahan.

​"Maka untuk itu, kita turut mendoakan kepada lima jurnalis ini, mudah-mudahan kita tetap dalam kondisi kesabaran kita. Jika masih terus harus dilakukan (pencarian), ya dilakukan. Tapi jika ternyata dianggap cukup menurut ilmu, pengalaman, dan prediksi, ya kita semua harus sabar," tuturnya.

Kiai Marsudi juga mengingatkan bahwa profesi jurnalis, terutama ketika meliput bencana alam seperti gunung meletus di lautan, memiliki tantangan dan risiko keselamatan yang sangat tinggi.

Pengasuh Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchuwah ini berharap peristiwa ini menjadi bahan evaluasi dan pelajaran berharga bagi insan pers dalam mengkalkulasi mitigasi risiko peliputan di masa depan.

Rombongan jurnalis yang terdiri dari M Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), dilaporkan hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menggunakan speedboat pada Senin (7/9/2026). Selain lima jurnalis, terdapat tiga kru kapal lainnya yang hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR. 

slot gacorhttps://kencang77-on.com/https://kencang77.net/
BAGIKAN: