Lewati ke konten utama
Senin, 17 Agustus 2026 / 4 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Sosok KH Junaidi dalam Kenangan Kiai Cholil, Ulama Mumpuni yang Hangat dan Humoris

2 menit baca 83 dibaca
Jenazah KH Junaidi
Jenazah KH Junaidi tengah siap disholatkan pada Ahad (16/8/2026). Foto: istimewa
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Duka mendalam kembali menyelimuti Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas berpulangnya Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Junaidi, pada Ahad (16/8/2026) pukul 08.45 WIB. 

Kepergian Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jatipulo, Serang, Banten ini dirasakan sebagai kehilangan besar bagi umat Islam, khususnya jajaran pengurus MUI.

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyampaikan rasa duka cita mendalam dan mengenang almarhum sebagai figur ulama yang hangat, humoris, serta kaya akan ilmu keagamaan.

"Allah SWT mengangkat ilmu tidak dengan ilmu yang dihilangkan, tapi dengan cara diangkat ulamanya. Beliau dipanggil oleh Allah sebagai bagian dari mulai menguranginya ilmu agama di tengah-tengah masyarakat," ujar Kiai Cholil kepada MUI Digital, di Jakarta, Senin (17/8/2026). 

Baca juga: Inna lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un, Ketua Komisi Fatwa MUI KH Junaidi Wafat

Dalam kenangannya, Kiai Cholil mengungkapkan almarhum KH Junaidi selalu berkesan bagi siapa saja yang berinteraksi dengannya. 

Sebab, almarhum dikenal memiliki wajah yang selalu ramah, terbuka, dan murah senyum (basathatul wajhi). 

"Beliau tidak pernah membeda-bedakan orang berdasarkan usia, sangat menghormati yang muda maupun yang tua, sehingga membuat siapa pun merasa nyaman berada di dekatnya. Setiap tutur kata dan pandangan yang disampaikan almarhum selalu sarat akan nilai-nilai ilmu dan referensi keagamaan yang kuat," ungkap Kiai Cholil. 

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini juga mengenang almarhum KH Junaidi dalam menghadapi berbagai persoalan. Menurutnya, almarhum selalu menyikapinya dengan tenang dan menikmati setiap proses penyelesaiannya.

"Tiga ciri itu yang saya kenang dari beliau. Mudah-mudahan amal baiknya diterima oleh Allah SWT dan seluruh dosa-dosanya diampuni," kata Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI ini.

Baca juga: Lomba dan Karnaval dalam Rangka HUT RI Jangan Jadikan Ajang Judi dan Kampanye LGBT

Senada dengan Kiai Cholil, Prof KH Asrorun Niam Sholeh turut mengenang almarhum sebagai figur ulama yang berintegritas tinggi, faqih, ikhlas, aktif, zuhud, wara’, dan senantiasa tampil sederhana dalam keseharian.

Prof Niam menilai almarhum memiliki kedalaman ilmu keagamaan yang luar biasa. Menurutnya, setiap pembahasan hukum Islam maupun pengambilan keputusan fatwa selalu berlandaskan argumentasi yang kokoh.

"Setiap ucapan dan penyampaian almarhum selalu merujuk pada kitab-kitab klasik (turats) dengan referensi keilmuan yang sangat kaya... Semoga beliau menjadi ahlil jannah," kata Prof Niam.