Lewati ke konten utama
Kamis, 9 Juli 2026 / 23 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Persiapan KUII VIII Terus Dimatangkan, Bakal Jadi Forum Bangun Kesepahaman Elemen Umat

2 menit baca 128 dibaca
Rofiq
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Halal sekaligus panitia Kongres Umat Islam Indonesia VIII, H Rofiqul Umam Ahmad. Foto: Miftahul Jannah/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital – Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII tahun 2026 terus dimatangkan. 

Forum tersebut akan menjadi wadah musyawarah berbagai komponen umat Islam untuk membahas persoalan keumatan, keagamaan, kebangsaan, dan kenegaraan.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Halal, Dr Rofiqul Umam Ahmad, menyampaikan Kongres Umat Islam Indonesia merupakan forum permusyawaratan berbagai unsur dan komponen umat Islam di Tanah Air untuk membahas berbagai persoalan serta mencari solusi terhadap tantangan keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan.

Menurutnya, melalui forum tersebut diharapkan terbangun kesepahaman serta penyatuan gerakan, pemikiran, dan langkah strategis berbagai elemen umat Islam demi mewujudkan kemaslahatan serta kemajuan umat, bangsa, dan negara.

Dia menjelaskan Kongres Umat Islam Indonesia VIII mengusung tema "Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat."

Tema tersebut mencerminkan komitmen umat Islam Indonesia untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki dalam memperkuat persatuan umat, menjaga kedaulatan bangsa, serta memperkokoh ketahanan negara, terutama di tengah dinamika geopolitik internasional yang terus berkembang.

Baca juga: Peringatan Tahun Baru Islam Komisi Dakwah MUI Turut Semarakkan Pra Kongres KUII VIII

Rofiqul Umam menjelaskan, pembahasan dalam kongres akan dibagi ke dalam tujuh komisi yang mengkaji berbagai isu strategis. 

Di antaranya komisi agama, sosial, dan peradaban: Komisi media, siber, dan informasi: komisi pendidikan, sains, dan teknologi: komisi politik, hukum, pertahanan, dan keamanan nasional: komisi geopolitik dan tatanan dunia baru: serta komisi-komisi lain, termasuk Komisi Taujihat.

Kongres dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara, dengan melibatkan sekitar 413 peserta dari berbagai unsur umat Islam.

"Saat ini materi kongres sedang difinalisasi oleh tim steering committee,” ujar Rofiqul Umam kepada MUI Digital di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026). 

Setelah selesai, materi tersebut, kata dia, akan dikonsultasikan kepada pimpinan MUI dan disosialisasikan kepada berbagai elemen umat Islam untuk memperoleh masukan sehingga hasil kongres semakin komprehensif.

Baca juga: Ketua MUI Prof Sudarnoto: KUII VIII Siapkan Peta Jalan Geopolitik Umat 2026–2030

Dia berharap pembahasan dalam kongres mampu menghasilkan rekomendasi yang benar-benar merepresentasikan aspirasi umat Islam Indonesia serta menjadi pedoman dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

Untuk itu, panitia sengaja mengundang berbagai unsur strategis, mulai dari organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh-tokoh umat, perguruan tinggi Islam maupun umum, pondok pesantren, lembaga filantropi Islam, media Islam, hingga perwakilan MUI dari berbagai daerah di Indonesia.

"Kami ingin keputusan yang dihasilkan benar-benar merupakan hasil musyawarah bersama yang mencerminkan pandangan dan aspirasi berbagai komponen umat Islam,” kata dia.