Pemerintah Pastikan Stok Beras hingga Ayam Aman di Tengah Berhentinya Keran Ekspor
Jakarta, MUI Digital— Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan bahwa Indonesia berada dalam kondisi pangan yang aman dan mandiri di tengah maraknya kebijakan negara-negara dunia yang menutup keran ekspor pangan.
Zulhas memastikan stok komoditas pangan pokok nasional, mulai dari beras hingga daging ayam, saat ini dalam kondisi surplus.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas seusai mengisi Sidang Pleno VIII bertajuk “Ketahanan dan Kedaulatan Pangan” dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Zulhas menyoroti dinamika global saat ini, di mana semakin banyak negara mengambil langkah proteksionisme guna mengamankan pasokan pangan dalam negeri mereka sendiri.
Baca juga: Marak "Ustaz AI", Waketum MUI KH M Cholil Nafis Dorong Jihad Digital di KUII VIII
Menghadapi situasi geopolitik dan ekonomi dunia tersebut, Indonesia ditegaskannya tidak boleh bersandar pada bantuan pihak luar.
Dia menyebut, banyak negara yang melakukan proteksi ketahanan pangannya dengan tidak lagi mengekspor ke negara lain.
“Tidak ada negara lain yang mau membuat kita, membantu kita. Dalam situasi dunia seperti ini, kita harus membantu diri kita sendiri,” ujar Zulhas di hadapan awak media.
Baca juga: Di KUII VIII, MUI Gandeng UI Kembangkan Artificial Intelligence untuk Kemajuan Bangsa
Guna mengantisipasi dampak proteksionisme global, pemerintah terus memacu swasembada pangan secara menyeluruh.
Zulhas mengklaim bahwa upaya tersebut telah membuahkan hasil signifikan pada berbagai sektor komoditas strategis.
“Oleh karena itu kita mesti swasembada, terutama pangan pokok. Pangan pokok itu beras. Alhamdulillah, kita setahun sudah surplus. Jagung sudah, gula untuk konsumsi sudah, telur sudah, ayam sudah, ikan sudah,” ungkapnya.
Dengan capaian tersebut, Menko Pangan optimistis Indonesia mampu mempertahankan kedaulatan pangannya tanpa bergantung pada pasokan impor dari negara lain.
Baca juga: Di KUII VIII, Pegiat Pemilu Rekomendasikan Sejumlah Perbaikan untuk Penguatan Demokrasi
“Jadi, cukup ketahanan pangan kita untuk kita mandiri, tidak tergantung pada siapa pun. Alhamdulillah, sudah kita dukung sekarang,” tambah Zulhas.
Tak berhenti di sektor pangan, Zulhas menyampaikan bahwa pemerintah kini mulai mengarahkan fokus ke kedaulatan energi berbasis hasil tani. Langkah ini disiapkan untuk memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh.
Setelah optimalisasi pada sektor biofuel solar, pemerintah bersiap meluncurkan bensin dengan campuran etanol 10 persen (E10) yang diproduksi dari komoditas lokal.
“Sekarang lagi bergerak ke energi. Solar sudah, habis ini nanti bensin kita akan buat E10 dulu. Etanol itu bisa dari singkong, jagung, bisa dari tebu. Kita buat bertahap,” jelasnya.
Zulhas menekankan pentingnya prinsip kemandirian bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global ke depan.
"Jadi memang ketahanan pangan dan ketahanan energi harus betul-betul kita berdiri di atas kaki sendiri,” tuturnya.