Lewati ke konten utama
Jumat, 11 September 2026 / 29 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Prof KH Nasaruddin Umar Menag
Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar berjabat tangan dengan KH Ma'ruf Amin pada acara peluncuran buku "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam lalu. Foto: Istimewa
Berita

Jelang Pemilihan Ketum PBNU, Menag Prof Nasaruddin Umar Pastikan Tidak Ikut Kontestasi

Jelang Pemilihan Ketum PBNU, Menag Prof Nasaruddin Umar Pastikan Tidak Ikut Kontestasi

/ 15 Rabiul Awal 1448 H 2 menit baca 1.940 dibaca

JOMBANG, MUI Digital— Jelang pemilihan Ketua Umum PBNU,  Sabtu (29/8/2026) malam, Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar memastikan tidak ikut dalam kontestasi Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Menag akan berkonsentrasi dalam menjalankan tugas sebagai nahkoda Kementerian Agama. 

Menurut Menag, tugas sebagai Menteri Agama sangat berat dan luas sehingga membutuhkan konsentrasi agar bisa melakukan yang terbaik untuk Kemenag.

“Sehubungan dengan muktamar (NU) yang sedang berlangsung ini, karena saya sadar betul bahwa tugas saya sebagai Menteri Agama Republik Indonesia ini begitu berat dan begitu luas yang harus kami selesaikan, maka yang terbaik buat saya, dan juga untuk pengembangan Kementerian Agama ke depan, atau juga termasuk NU, lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama, tanpa harus meninggalkan konsen saya terhadap Nahdlatul Ulama,” tegas Menag di Jombang, Kamis (27/8/2026).

Menag mengaku banyak kolega dan sahabat yang telah memberikan dukungan kepadanya untuk ikut dalam pemilihan Ketum PBNU. 

Untuk itu, Menag meminta maaf karena akan tetap fokus membantu Presiden Prabowo dalam membina kehidupan dan kerukunan umat beragama.

“Maka dengan demikian, saya minta maaf kepada teman-teman dari berbagai daerah yang mungkin telah mengimajinasikan saya untuk memimpin PBNU,” sebut Menag.

“Mudah-mudahan muktamar ini berjalan lebih lancar, dan menghasilkan hasil-hasil muktamar yang lebih baik untuk bangsa, khususnya untuk Nahdliyyin,” sambungnya. 

BAGIKAN: